Nasional

Transfer 284 Ribu Ton Minyak

Dua Kapal Super Tanker Diamankan Bakamla

Bakamla mengamankan dua kapal super tanker, MT Horse berbendera Iran dan MT Freya berbendera Panama karena akan melakukan transfer 284 ribu ton minyak. Kini MT Horse dan MT Freya dalam pengawasan di perairan Batuampar. (Dokumentasi Bakamla untuk Batam Pos)

batampos.id – Penyelidikan dua kapal super tanker, MT Horse berbendera Iran dan MT Freya berbendera Panama, yang diamankan Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI), Minggu (24/1) lalu, mulai menunjukkan hasil. MT Horse yang mengangkut 284 ribu ton minyak rencananya akan mentransfer semua muatannya ke kapal MT Freya.

Hal ini dibenarkan Kepala Kantor Kamla Zona Maritim Barat, Laksamana Pertama Bakamla Hadi Pranoto. Namun, penyidik masih mendalami sejauh mana pelanggaran yang bersifat administratif maupun pidana dilakukan keduanya.

”Masih ada waktu 7 hari untuk mendalami. Sekarang masih tahap pertama, tugas kami pemberkasan. Melihat sejauh mana pelanggaran bersifat administratif dan bersifat pidana,” ujar Hadi di Pelabuhan Batuampar, Kamis (28/1) sore.

Advertisement

Selain minyak, dari kapal MT Horse, kata Hadi, pihaknya mengamankan 36 anak buah kapal (ABK) berkewarganegaraan Iran. Sedangkan dari kapal MT Freya diamankan 25 ABK berkewarganegaraan Tiongkok.

”ABK sudah di-rapid antigen, semuanya sehat. Sampai saat ini kita berhubungan baik dengan negara-negara (asal kapal) ini, baik secara nasional maupun internasional. Tidak ada tekanan bagi Bakamla, dan kita bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri,” tegasnya.

Hadi menjelaskan, penangkapan dua kapal tersebut karena terdeteksi melalui alat Indonesia Maritime Information Centre (IMIC) milik KRI, KN Pulau Marore-322. KRI ini mendeteksi dua kapal tersebut yang lego jangkar dan melakukan pengisian bahan bakar minyak.

Kepala Kantor Kamla Zona Maritim Barat Laksamana Pertama Bakamla Hadi Pranoto (tengah) memberikan keterangan terkait penangkapan dua kapal MT Horse berbendera Iran dan MT Freya berbendera Panama saat konprensi pers di Pelabuhan Batu Ampar, Kamis (28/1). (Cecep Mulyana/Batam Pos)

Setelah menemukan dua kapal ini, mematikan Automatic Identification System (AIS) atau radar keberadaan kapal. ”Kita, Bakamla tetap melakukan tugas keselamatan laut Indonesia. Dan dalam operasi ini, kita mendeteksi dua kapal besar di perairan Indonesia,” ungkapnya.

Hadi menegaskan, ke depannya, pihaknya juga akan melakukan gelar perkara untuk memastikan ada tidaknya unsur pelanggaran, baik administrasi maupun pidana. Untuk itu, saat ini, dua kapal tersebut sudah lego jangkar di perairan Batuampar.

”Ini suatu pelanggaran di perairan Indonesia. Pada dasarnya yang melakukan penyelidikan semua pihak yang memiliki wewenang,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Bakamla RI mengamankan dua kapal berjenis motor tanker (MT) yang diduga melakukan transfer bahan bakar minyak (BBM) ilegal di perairan Pontianak, Kalimantan Barat, Minggu (24/1) pagi.

Proses pengamanan tersebut dilakukan saat KN Marore 322 yang dikomandani Letkol Bakamla Yuli Eko Prihartanto sedang melaksanakan Operasi Keamanan dan Keselamatan Laut Dalam Negeri Trisula-I/21.

Sekitar pukul 05.30 WIB pagi, kapal patroli KN Marore-322 berhasil mendeteksi kontak radar diam dengan indikasi AIS dimatikan pada jaringan jarak yang saling berdekatan.

Untuk memastikan aktivitas dua kapal itu, komandan KN Marore-322 pun memerintahkan untuk bergerak mendekati kontak dengan kecepatan 16 knot. Dua kapal ini kemudian diperintahkan menuju Batuampar, Batam, untuk penyelidikan lebih lanjut dengan dikawal ketat tim gabungan patroli TNI AL dan kapal Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI.

Sesampai di Batuampar, investigasi pun dilakukan melibatkan Bakamla, Kementerian Luar Negeri, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Imigrasi, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, TNI AL, dan kepolisian. (*)

Reporter: YOFI YUHENDRI
Editor : Jamil Qasim