Ekonomi & Bisnis

Pengelola Gratsikan Lapak di Pasar TPID 2 Dreamland

batampos.id – Seluruh lapak tenan untuk pedagang yang disediakan di Pasar TPID 2 Dreamland, Sekupang, tak dipungut biaya alias gratis.

Pasar TPID di DreamLand, Marina.
foto: Iman Wachyudi / Batam Pos

Pengelola menggratiskan biaya sewa selama 2 tahun. Pedagang hanya cukup membayar tagihan air dan listrik. Tujuannya, agar pedagang serius berjualan dan betah menempati area pasar yang disediakan tersebut.

”Jika ada yang memungut biaya masuk, silakan lapor ke kami,” ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Gustian Riau, Minggu (13/2/2021).

Menurut dia, ada 185 tenan yang ada di pasar tersebut. Keseluruhan lapak tenan sudah penuh pedagang. Bahkan, ia menegaskan bahwa ada pedagang yang tidak mengikuti aturan, maka pihaknya tak segan-segan kembali mengambil lapak tenan tersebut. Sebab, sebelum diberi izin berjualan, para pedagang diwajibkan membuat pernyataan tentang kesanggupan mengikuti aturan harga yang ada di pasar TPID 2.

”Kami ingin pedagang serius, jangan sampai sama kayak pasar TPID 1 (yang sepi, red). Sekarang pun sudah ada 22 pedagang yang masuk daftar antrean, menunggu jadi tenan. Untuk pendaftaran ada di bagian depan pasar.”

Dijelaskan Gustian, harga di pasar tersebut dipastikan jauh lebih murah dibanding pasar sekitarnya. Sebab, harga yang diberikan di pasar tersebut adalah harga distributor.

Pihaknya menempatkan tiga unit TV besar untuk daftar harga-harga kebutuhan di pasar tersebut.

”Harga di pasar tersebut sama semua dan murah. Karena, distributor besar langsung melempar barang ke sana. Tak ada harga yang beda,” terang Gustian.

Masih kata Gustian, ada 89 distributor yang memasok kebutuhan di pasar TPID 2. Pasar tersebut tak hanya menyediakan komoditas bahan pokok masyarakat, namun juga ada Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) masyarakat Batam di sana.

”Jadi, komoditas yang ada di sana lebih lengkap, karena distributornya lebih banyak. Selain kebutuhan pokok, di sana juga UKM di Batam. Seperti songket, batik dan lainnya,” pungkas Gustian. (*)

Reporter : Yashinta
Editor : RATNA IRTATIK