Sport

Setahun Tak Bertanding, Persiapan Ganda Indonesia No 1 Dunia Berbeda

Ganda nomor satu dunia Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo saat berlaga pada final All England 2020. (Oli Scarff/AFP)

batampos.id – PP PBSI sudah melakukan evaluasi terkait hasil tiga turnamen di Bangkok lalu. Kebugaran dan fisik pemain menjadi sorotan utama.

Induk organisasi bulu tangkis tertinggi tanah air itu mengakui kondisi fisik beberapa pemain menurun. Untuk itu, diperlukan pemantauan berkala.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Rionny Mainaky mengatakan, perbaikan kualitas fisik tersebut menjadi program yang akan ditindaklanjuti.

Terlebih setelah jeda turnamen hampir 10 bulan. Persiapan di Asian Leg dan BWF World Tour Finals 2020 itu sendiri pun kurang maksimal.

’’Akan ada periode kontrol fisik. Tetapi, mestinya ke depan akan lebih diperketat. Itu ada di sektor masing-masing. Seperti soal berat badan dan lain-lain. Diperketat lagi, lebih jelas, dan pemain pun diberi tahu,’’ jelas Rionny kepada Jawa Pos (grup Batam Pos).

Seperti soal sorotan Praveen Jordan yang mengalami kenaikan berat badan. Rionny menjelaskan, hal itu bukan kendala utama saat mereka berada di turnamen. Dan, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti pun masih bisa menembus final Thailand Open I.

’’Soal fisik juga berat badan, saya sudah bicara dengan para pelatih. Kemarin maksimal berapa, nanti dicek agar bisa dikontrol lebih baik,’’ ujar mantan pelatih ganda putra Jepang tersebut.

Rionny menambahkan, ke depan bisa diadakan satu hari untuk melakukan tes fisik atlet. Biasanya, dalam keadaan normal tidak ada waktu karena selalu ada jadwal bertanding. Pria yang gemar mengoleksi batu mulia itu juga sudah berkonsultasi dengan pelatih fisik.

Nah, soal Praveen, yang menjadi kendalanya lebih ke peradangan dan robekan di area rotator cuff. Cedera tersebut membuatnya makin sulit. Hal yang hampir sama terjadi pada Fajar Alfian yang sempat mengalami cedera di tangan kanan sehingga membuatnya sulit melakukan smes.

’’Jadi, ada indikasi dari makanan, latihan, dan sebagainya. Dicari tahu kenapa. Itu bukan karena pemain tidak maksimal, kemarin ada masalah sedikit cedera,’’ kata adik Richard Mainaky itu.

Kali ini PP PBSI memiliki waktu dua pekan sebelum bertolak ke Eropa. Mereka akan mengikuti Swiss Open 2021. Kemudian, ada jeda satu pekan karena German Open 2021 batal. Setelah itu, ada All England 2021.

Sementara itu, pelatih Herry Iman Pierngadi mengaku melakukan persiapan berbeda untuk tiga pasang ganda utama. Seperti Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan yang lebih dijaga kondisinya agar tidak cedera.

’’Peningkatan tapi tidak signifikan. Untuk Marcus (Fernaldi Gideon)/Kevin (Sanjaya Sukamuljo) dan Fajar (Alfian)/(Muhammad) Rian (Ardianto), selain daya tahan, kondisi fisik harus ditingkatkan. Marcus/Kevin kan sudah satu tahun tidak bertanding,’’ ujar Herry. (*)

Sumber: JP Group
Editor: Jamil Qasim