Kepri

Bright Education Fasilitasi Kuliah dan Bekerja di Jerman dan Jepang

batampos.id- Bright Education, Lembaga pendidikan, konsultasi sekolah atau kuliah dan bekerja ke luar negeri, mengajak anak anak Kepri khususnya anak setingkat SMK sederat untuk memanfaatkan kesempatan bekerja dan kuliah di Jerman dan Jepang.

Manajemen Bright Education Kepri foto bersama Asisten Manager Batam Pos Online, Levina Desianty (3 dari kiri). (f.sonia/batampos.id)

Lembaga pendidikan berpengalaman ini, sudah membuka kantor di Batam yakni di Buana Center Park, Tembesi, Batam untuk memudahkan anak anak Batam khususnya yang mau melanjutkan pendidikan sambil bekerja di luar negeri.

BACA JUGA: Kemendikbud Ungkap Tingkat Putus Kuliah Capai 50 Persen Akibat Pandemi

Advertisement

Septi Marina, Kepala Cabang Bright Education Kepri mengatakan, Bright Education sudah banyak memberangkatkan anak anak Indonesia ke luar negeri kuliah sambil kerja.

“Kami ingin anak anak Batam ,khususnya, mengambil kesempatan ini juga, makanya kami buka cabang di Batam,” ujarnya saat bertandang ke kantor redaksi, kemarin.

Dikatakannya, Bright Education siap memfasilitasinya anak anak Batam, khususnya pelajar SMK sederajat yang mau kuliah ke luar negeri,  dengan biaya yang sangat murah.

Sesi diskusi soal program program Bright Education

”Bisa kuliah dan bekerja di sana, artinya hanya biaya persiapan saja ditanggung. Begitu berangkat ke Luar negeri, sudah lengkap semua mulai dari asrama, universitas dan perusahaan tempat bekerja. Dapat gaji lagi,” ujarnya.

Septi mengaku pihaknya sudah mulai melakukan sosialisasi ke sekolah sekolah agar pelajar mengerti bagaimana caranya kuliah di luar negeri.

”Kami sudah ke Dispora, Disdik Kepri juga. Respon sangat bagus,” ujarnya.

Bright Education, melayani konsultasi bagaimana kuliah ke luar negeri. Lembaga ini pun  akan membekali calon yang akan berangkat dengan belajar bahasa dan juga tentang budaya tempat yang dituju calon, termasuk pengurusan visa.

”Harapan kami, anak anak mengambil program ini,” tutupnya.

 (*)

editor: tunggul