Metropolis

Karena Rokok hingga Akhirnya Tusuk Tetangga, Gutomy Divonis Penjara 1 Tahun

Suasana persidangan Gutomy di PN Batam, di Batam Center, Kamis (18/2/2021). ( F Yashinta/Batam Pos)

batampos.id – Gutomy, warga Bengkong divonis satu tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam, Kamis (18/2/2021). Ia terbukti menganiaya Iskandar yang tak lain tetangganya dengan dua bilah pisau.

Penganiayaan ini dipicu karena persoalan rokok. Berawal saat terdakwa meminta istrinya membeli rokok di tempat korban. Permintaan itu pun dipenuhi oleh istri terdakwa yang langsung pergi keluar rumah. Beberapa saat kemudian istrinya masuk rumah tanpa membawa pesanannya. Ia pun mengamuk dengan membawa dua bilah pisau keluar rumah.

Melampiaskan emosinya, Tomy sempat mengejar Jefri yang saat itu melintas dengan sepeda motor. Namun Jefri yang sadar jadi target, langsung memacu laju kendaraanya hingga jauh. Berselang setelah itu, Tomy pergi ke rumah Iskandar. Iskandar yang keluar rumah langsung dikejar dan ditusuk dengan dua bilah pisau dapur. Untungnya saat itu ada petugas keamanan yang lewat dan memisahkan keduanya.

Advertisement

Sore tadi, Tomy menjalani sidang secara online yang dipimpin majelis hakim Adiswarna didampingi hakim Efrida dan Benny. Dalam amar putusan, hakim Adiswarna menegaskan Tomy bersalah. Dimana perbuatan terdakwa telah menyebabkan luka pada tubuh korban dan meresahkan.

“Kami hanya bacakan inti dari putusan. Hal yang meringani perbuatan terdakwa sopan dan menyesali,” kata Adiswarna menjabarkan putusan secara online.

Perbuatan Tomy telah memenuhi unsur pasal 351 ayat 1 tentang penganiyaan. Sehingga sudah seharusnya terdakwa dihukum sesuai dengan ketentuan pasal tersebut.

“Menjatuhkan terdakwa Gutomy dengan satu tahun penjara dikurangi selama terdakwa ditahan,” tegas Adiswarna.

Atas putusan itu terdakwa menerima, begitu juga dengan JPU Herlambang yang menerima putusan meski lebih rendah dari tuntutan 1 tahun dan enam bulan penjara.

“Saya terima pak hakim,” ujar Tomy. Majelis hakim pun kemudian menutup sidang menandakan kasus selesai. (*)

Reporter: Yashinta
Editor: Chahaya Simanjuntak