Nasional

Napi Kendalikan Penyelundupan 436 Kg Sabu

Empat Kasus, BNN Sita Hampir Setengah Ton Sabu

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Petrus Reinhard Golose (kedua kiri) bersama Kepala Badan Keamanan Laut (Kepala Bakamla) RI Laksdya TNI Aan Kurnia (kedua kanan) menggelar barang bukti narkoba jenis sabu , Rabu (17/2/2021) di gedung BNN Jakarta. BNN menggagalkan penyelundupan 450 kilogram (kg) narkoba jenis sabu-sabu di Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu, Rabu (17/2/2021). (HUMAS BNN RI)

batampos.id – Bandar narkotika terus mencoba memanfaatkan masa pandemi Covid 19. Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil menggagalkan penyelundupan sabu seberat hampir setengah ton, tepatnya 466 kg. Seorang narapidana kembali diketahui menjadi pengendali penyelundupan.

Kepala BNN, Komjen Petrus R. Golose, menuturkan, kasus yang paling besar penyelundupan 436,30 kg sabu yang terungkap di Kepulauan Seribu. Awalnya, terdapat informasi yang diterima BNN tentang peredaran narkotika di Kepulauan Seribu. ”Lalu dilakukan operasi,” terangnya.

Pada 6 Februari, tertangkaplah tiga orang. Yakni, Mul alias Degonk dan dua orang perempuan berinisial SH serta MG. Mereka ditangkap di sebuah homestay di Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu. ”Dari ketiganya disita 21 bungkus yang berisi 433 Tupperware,” jelasnya.

Advertisement

Begitu diperiksa dan dilakukan penimbangan, diketahuilah dalam Tupperware itu terdapat sabu seberat 436,30 kg. ”Kasus ini terus dikembangkan untuk mengetahui pengendalinya,” paparnya dalam konferensi pers, kemarin (17/2).

Hasilnya, diketahuilah bahwa ketiganya diperintah seorang napi di Lapas Kelas IIB Slawi, Tegal, Jawa Tengah. Napi tersebut berinisial DA alias Alex. ”Semua yang mengatur DA itu,” papar jenderal bintang tiga tersebut.

Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Arman Depari, mengungkapkan, selain pengendali dari dalam negeri, BNN juga mengetahui pengirim sabu yang merupakan warga negara asing bernama Mike. ”Pengirim sabu ini posisinya di luar negeri,” terangnya.

Kasus selanjutnya, BNN juga mengungkap penyelundupan sabu di wilayah Alang-Alang, Palembang. Sabu tersebut dibawa dalam sebuah bus. Komjen Petrus mengatakan, setelah digeledah ditemukanlah 15,5 kg sabu. ”Saat itu ditangkap dua orang berinisial MT dan EJ,” jelasnya.

Setelah dikembangkan, ditangkap dua orang lainnya berinisial JN dan YR. dari kedua tersangka ini ditemukan 10,38 kg sabu. ”Kami juga berhasil menangkap NAS, pengendali jaringan ini. Nas merupakan DPO kasus 13 kg sabu pada 16 September lalu,” urainya.

Kasus lainnya, BNN menangkap SD alias Wawan di Cengkareng, Jakarta Barat. SD diduga menjadi kurir narkotika. Dalam penangkapan itu didapatkan 1,99 g sabu. Serta, kasus terakhir adalah penangkapan dua orang berinisial UA dan AR, yang melakukan transaksi narkotika di sebuah hotel di Cengkareng. Didapatkan barang bukti 2 kg sabu. ”Dari empat kasus ini total 466 kg sabu disita,” paparnya.

Kapolsek dan Sebelas Anggotanya Diamankan

Sementara Kapolsek Astanaanyar dan sebelas anggotanya diamankan oleh Propam Polda Jabar, kemarin. Penangkapan itu berawal dari Divpropam Polri yang kemudian diteruskan ke Propam Polda Jabar. Yang kemudian menangkap satu orang anggota Polsek Astanaanyar.

Dari satu anggota itu ditangkaplah sebelas anggota lainnya, termasuk Kapolsek Astanaanyar, Kompol Yuni Purwanti. Bahkan, Polda Jabar memastikan bahwa hasil tes urine untuk kapolsek positif narkotika. Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Rusdi Hartono membenarkan penangkapan tersebut. ”Kasus itu sudah ditangani Propam Polda Jabar,” terangnya kepada Jawa Pos (grup Batam Pos), kemarin. (8)

Reporter: JP GROUP
Editor: MOHAMMAD TAHANG