Nasional

Sektor Perdagangan Terbanyak Manfaatkan Insentif

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas DJP Kemenkeu, Neilmaldrin Noor. (dok Jawa Pos)

batampos.id – Pandemi Covid-19 memaksa pemerintah agresif menebar berbagai insentif pajak. Baik bagi masyarakat maupun para pelaku usaha. Akibatnya, realisasi penerimaan pajak 2020 tidak sesuai target.

Tahun lalu pemerintah menargetkan penerimaan Rp 1.198 triliun sesuai Perpres Nomor 72 Tahun 2020. Realisasinya berkisar 89,25 persen dari target. Atau, sekitar Rp 1.069 triliun. Kendati demikian, pemerintah optimistis target tahun ini bakal tercapai.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas DJP Kemenkeu, Neilmaldrin Noor, mengaku bakal tetap mengupayakan intensifikasi dan ekstensifikasi pajak. Tujuannya adalah mengoptimalkan penerimaan 2021. Selain itu, pemerintah tetap melanjutkan upaya untuk memperluas basis pajak.

Advertisement

”Kami cukup yakin dapat mencapai target yang telah ditetapkan pada 2021,’’ ujar Neilmaldrin dalam Market Review IDX Channel, kemarin (17/2).

Dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2021, pemerintah menargetkan penerimaan pajak sebesar Rp 1.229,6 triliun. Angka itu naik 2,6 persen dari target tahun lalu.

Meski harus menerima kenyataan pahit bahwa penerimaan pajak tergerus, pemerintah tetap melanjutkan berbagai insentif tahun ini. Hal itu diharapkan bisa mendongkrak roda perekonomian.

Menurut Neilmadrin, insentif pajak yang diberikan pada 2020 juga membuat laju perekonomian berangsur pulih. Total insentif untuk dunia usaha melalui program pemulihan ekonomi nasional (PEN) pada 2020 mencapai Rp 56,12 triliun. Realisasi itu setara dengan 46,53 persen dari pagu Rp 120,61 triliun.

”Kalau secara makro, kita lihat pada kuartal IV/2020. Bila dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, ada perbaikan walau memang belum sebaik sebelum masa pandemi,’’ urainya.

Dalam kesempatan lain, Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, menuturkan bahwa sektor perdagangan merupakan yang paling banyak memanfaatkan insentif pajak dari pemerintah.

”Wajib pajak yang paling terdampak tentu saja di sektor-sektor yang masyarakat tidak bisa datangi atau melakukan aktivitas dan mobilitas. Perdagangan terpukul sangat dalam,’’ ungkapnya. Sektor perdagangan mencapai 47 persen dari total pemanfaatan insentif pada 2020.

Selain sektor perdagangan, sektor yang terdampak pandemi dan terbanyak memanfaatkan insentif adalah industri pengolahan dan konstruksi. Masing-masing sebesar 19 persen dan 7 persen.

Pemerintah memang agresif memberikan berbagai insentif pajak untuk mendukung keberlangsungan dunia usaha. Di antaranya, insentif pajak penghasilan (PPh) pasal 21 yang ditanggung pemerintah (DTP), pembebasan PPh pasal 22 impor, diskon angsuran PPh pasal 25, serta percepatan restitusi pajak pertambahan nilai (PPN). Insentif pajak tersebut dimanfaatkan sekitar 464.316 wajib pajak. (*)

Sumber : JP Group
Editor : Jamil Qasim