Sport

HafGlo Harusnya Lebih Siap

Sudah Dua Kali Bertemu Ganda India

Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja. (PBSI)

batampos.id – Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja (HafGlo) memikul beban berat di Swiss Open 2021. Mereka harus bisa menjadi juara untuk mengamankan posisi di kualifikasi Olimpiade 2020. ’’Target ya juara. Soal hasil nanti seperti apa dilihat. Kalau masuk final, akan lebih mudah meraih. Yang penting harus bisa sampai puncak,’’ kata pelatih Richard Mainaky kepada Jawa Pos (grup Batam Pos).

Hal itu disebabkan turnamen ke depan bisa saja berubah. Seperti yang terjadi pada German Open 2021 yang tiba-tiba dibatalkan. Setelah itu, masih ada Malaysia Open 2021. Namun, Richard menyebut hal itu tidak bisa diprediksi jika melihat kondisi seperti sekarang ini.

’’Yang ada dulu sekarang yang disiapkan. Kualifikasi selanjutnya kan belum pasti bagaimana. Yang Swiss ini di depan mata. Mau nggak mau harus bisa tembus final. Bukan beban ya, ini sebagai tantangan,’’ tuturnya.

Advertisement

Dari drawing Swiss Open 2021, HafGlo langsung bertemu Satwiksairaj Rankireddy/Ashwini Ponnapa di babak pertama. Dalam dua pertemuan sebelumnya, kedudukan mereka seimbang. Terakhir, HafGlo kalah saat Thailand Open I lalu.

’’Kalau sudah bertemu, harusnya kali ini bisa lebih siap. Kekurangan yang dulu sudah digenjot dalam persiapan kali ini. Saya rasa mereka (Hafiz/Gloria) bisa mengatasi kali ini,’’ ujar Richard.

Dalam pul bawah, mereka juga bisa bertemu Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari dan Adnan Maulana/Mychelle Chrystine Bandaso. Kemudian, di babak perempat final, lawan berat menanti.

Ada Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie sebagai unggulan keempat. Kemudian, Thom Gicquel/Delphine Delrue bisa saja merepotkan. Tantangan utama tetap ada pada babak final. Chan Peng Soon/Goh Liu Ying menjadi unggulan pertama kali ini.

Richard melihat kali ini pemain-pemain Eropa yang patut diwaspadai. Mereka mulai menunjukkan kemajuan dalam beberapa turnamen terakhir. Apalagi, kali ini mereka bertanding di Eropa.

’’Mereka punya pola no loob. Makin ke sini makin bisa menguasai dengan menerapkan banyak pola. Sepertinya mereka sudah bisa memegang kendali dengan menerapkan hal itu,’’ kata kakak Rexy Mainaky itu.

Tentu mereka juga harus bisa menyiapkan langkah antisipasi mulai sekarang. Kuncinya, kata Richard, konsisten dengan pola sendiri. Hal itu bisa mengurangi kesalahan-kesalahan yang tidak perlu. ’’Pemain Eropa itu kalau sudah sama pola mereka jadi bermain lebih aman. Membuat kami jadi banyak kesalahan. Makanya, dipertajam dengan defense dan serangan balik,’’ imbuhnya. (*)

Sumber: JP Group
Editor: Jamil Qasim