Nasional

Polisi Duga Pengelola Situs Aisha Weddings Berada Di Luar Negeri

Ilustrasi website Aisha Weddings (Istimewa)

batampos.id – Penyidik Polda Metro Jaya belum menemukan keberadaan pengelola situs Aisha Weddings yang membuat heboh masyarakat dengan kampanye menikah di usia 12-21 tahun. Penyelidikan terhambat karena pengelola situs tersebut diduga berada di luar negeri.

“Hasil profilling, akun itu tidak ada di Indonesia. Adanya di luar negeri. Makanya ini saya bilang masih didalami,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus kepada wartawan, Jumat (19/2).

Oleh karena itu, saat ini penyidik masih terus bekerja mencari fakta-fakta dalam kasus ini. Sejumlah saksi masih terus dimintai keterangan guna mencari petunjuk.

Advertisement

“Menyangkut Aisha Weddings, saya sudah sampaikan ini masih kita klarifikasi masih penyelidikan ya,” jelas Yusri.

Sebelumnya, seorang warga bernama Disna Riantina membuat laporan polisi terhadap jasa penyelenggara pernikahan Aisha Weddings. Laporan didasarkan atas promosi nikah siri yang dibuat oleh Aisha Wedding melalui situs www.aishaweddings.com.

“Kami mendalami membuka web terkait yaitu aishaweddings.com. Kemudian kita lihat ke sana, ada anjuran-anjuran tentang menikahkan atau mewajibkan anak perempuan menikah pada usia 12 hingga 21 tahun,” kata Disna di Polda Metro Jaya, Jakarta Rabu (10/2).

Diketahui, Aisha Weddings sempat menjadi perbincangan warganet. Dia menganjurkan agar perempuan muslim menikah muda di usia 12-21 tahun. Situs ini juga mengajak agar perempuan muslim menikah siri dan mau dipoligami. Kontroversi lainnya yang dibuat oleh situs ini yakni menyebut perempuan sebagai beban orang tua.

Laporan Disna diterima oleh Polda Metro Jaya dengan nomor LP/800/YAN.2.5./2021/SPKT PMJ tanggal 10 Februari 2021. Adapun barang bukti yang disertakan yakni pamflet situ Aisha Weddings, serta salinan dari situs tersebut. (*)

Sumber : JP Group
Editor : Jamil Qasim