Sport

PP Pertina 2020-2024 Dilantik, Batam Jadi Lokasi Pelatnas

Ketua PP Pertina masa bakti 2020-2024 Komaruddin Simanjuntak dan anggota usai dilantik oleh Ketua KONI Pusat Marciano Norman, di gedung KONI Pusat Senayan, Jakarta, Kamis (18/2). (F. PP Pertina)

batampos.id – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat melantik Pengurus Pusat Persatuan Tinju Amatir Nasional (PP Pertina), Kamis (18/2). PP Pertina yang dilantik ini dibawah komando Mayjend TNI (Purn) Komaruddin Simanjuntak untuk masa bakti 2020-2024.

Pelantikan sendiri dilaksanakan di gedung KONI Pusat Senayan, Jakarta. Pelantikan dihadiri langsung oleh Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman.

Komaruddin Simanjuntak terpilih dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) PP Pertina yang digelar secara virtual, Kamis (31/12/2020) lalu. Komaruddin menggantikan Irjen Pol, Jhony Asadoma. Dalam Munaslub, Komaruddin unggul tiga suara atas Jhony.

Advertisement

Ketua KONI Pusat Marciano Norman berharap agar Pertina mampu meningkatkan prestasi tinju di Tanah Air. Selain itu di bawah pimpinan Komaruddin PP Pertina juga melakukan pembenahan secara organisasi.

“Banyak kegiatan baik single event maupun multi event yang harus dipersiapkan oleh PP Pertina di tahun 2021. Saya mengharapkan prestasi tinju nasional lebih baik lagi, ” kata Marciano.

Menurutnya, ada dua tugas yang menjadi perhatian penting bagi PP Pertina. Pertama, mempersiapkan petinju menghadapi kualifikasi Olimpiade 2021 Tokyo. Kedua, Pertina juga diharapkan dari sekarang mempersiapkan petinju untuk menghadapi persiapan Indonesia menjadi tuan rumah Olimpiade 2032.

BACA JUGA: Tinju Cuma Uji Coba di Daerah, Sentralisasi ke Manca pun Belum Tentu

“Kalau masih bisa meloloskan petinju Indonesia ke olimpiade, saya harapkan hal itu dapat dimaksimalkan,” ucap Marciano. “Kita berharap Merah Putih dapat dikibarkan dari arena tinju untuk membuat bangga Indonesia,” imbuhnya.

Sedang Komaruddin Simanjuntak, menegaskan pihaknya mempunyai lima visi dalam pembinaan tinju nasional. Yakni, pembenahan organisasi, sarana dan prasarana, pembinaan usia dini, pembinaan prestasi, serta penerapan sport sciene.

“Program itu sedang kami rancang. Sehingga empat tahun ke depan kami mampu menjawab tantangan dari KONI Pusat maupun Kemenpora,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga telah menyiapkan program Pelatnas. Pertina akan memanggil sekitar 44 petinju yang nantinya akan dirampingkan menjadi sekitar 22 petinju dengan tempat Pelatnas dipersiapkan di Jawa Barat dan Batam.

“Kami juga mengkolaborasikan tinju dan pariwisata dengan menggelar tinju di 10 destinasi wisata di Tanah Air,” ungkap Komaruddin.

Sementara itu, dua tokoh tinju Kepri mendapat kehormatan terpilih sebagai anggota PP Pertina. Yakni Erzon yang dipercaya menjabat ketua bidang teknik kepelatihan dan Rionando Butarbutar yang menjadi anggota bidang tinju usia dini.

Rionando berharap terpilih sebagai anggota PP Pertina akan meningkatkan pretasi olahraga tinju Kepri. Dalam dua Kejurnas Junior dan Youth (2018-2019) di Bogor, Jawa Barat, dan Medan Sumut, Kepri berhasil menyabet medali emas.

“Ini adalah bentuk kepercayaan yang diberikan oleh PP Pertina pada insan tinju Kepri. Tentu saja kepercayaan ini akan dijawab dengan kerja keras untuk meningkatkan prestasi tinju tak hanya di Kepri, tapi juga Indonesia,” tutur Rionando, Jumat (19/2)

Rionando menjelaskan jika dalam pelaksanaan tugas nanti, Erzon selaku Komtek dibantu tujuh pelatih terbaik di Indonesia. “Dalam waktu dekat akan melaksanakan program Seleksi Tim SEA Games Vietnam,” terangnya.

Sementara itu, terkait dengan tinju usia dini, Rionando mengaku hal itu bukan hal baru baginya. Ia mengatakan jika sasana yang dimilikinya, RBC terus melakukan pembinaan pada petinju usia dini.

“RBC kini membina 12-15 petinju usia dini. Dari rentang usia 10-17 tahun. Selain itu sasana WBC, milik Erzon juga ada membina petinju usia dini. Saat ini ada tujuh atlet tinju PPLP Kepri yang dibina oleh Pilo Anthony dan Jonelyn Ebusca Erzon,” urainya.

Rionando menambahkan terkait usia dini, PP Pertina sudah menyiapkan program khusus. Program itu bernama BH35RK.

“BH adalah kependekan dari Bersatu hati, tagline perjuangan kemenangan Komaruddin Pada saat pemilihan sebelum Munas. Sedang 35 merujuk pada provinsi ke-35 dalam pembinaan tinju. Dan RK adalah kependekan dari Raja KO,” beber Rionando.

“Jadi program ini ditujukan untuk membina atlet tinju usia dini yang belum pernah bertanding sama sekali. Mereka nantinya dibina oleh PP Pertina dan menjadi role model pembinaan tinju di Indonesia,” tambahnya.

Rionando berharap PP Pertina di bawah kepengurusan Komaruddin akan terus meningkatkan prestasi atletnya. Dua petinju Indonesia Lapaene Masara dan Albert Papilaya, sukses menembus perempat final di Olimpiade lalu.

“Pembinaan yang baik, benar, dan berkelanjutan akan membuat tinju kita berprestasi di kancah nasional dan internasional,” tegas Rionando. (*)

Reporter: Ryan Agung
Editor: Putut Aryo