Nasional

Saksi Ubah Keterangan, Pengacara Nurhadi Tak Keberatan

Mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi yang juga terdakwa kasus korupsi melakukan penganiayaan terhadap seorang petugas rumah tahanan (Rutan) KPK. (F. JawaPos.com)

batampos.id – Muhammad Rudijto, tim kuasa hukum mantan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono tak merasa keberatan terkait adanya pengubahan keterangan saksi Hengky Soenjoto dalam berita acara pemeriksaan (BAP). Pengubahan keterangan ini diungkap penyidik KPK Rizka Anung Nata di dalam persidangan.

“Kami tidak keberatan, apa yang disampaikan oleh saudara Hengky ketika melakukan perubahan itu masuk akal,” kata Rudjito di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis (18/2).

Hengky merupakan kakak dari Direktur Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto yang juga terseret dalam perkara ini. Pengubahan keterangan itu saat Hengky menjalani pemeriksaan yang ketiga.

“Berkaitan dengan Chat WhatsApp itu pada Agustus 2017. Kalau itu dikaitkan  dengan perkara gugatan yang kedua antara MIT dengan KBN yang diputus pada Desember 2017 itu enggak mungkin, karena apa? di chatting dia sudah minta duit atas suatu perkara yang katanya diurus oleh Rezky yang notabene belum pernah diputus, tapi dia sudah minta di awal,” beber Rudjito.

Oleh karena itu, Rudjito mengklaim percakapan itu tidak ada kaitannya dengan perkara Kawasan Berikat Nusantara (KBN) melawan MIT.

Dalam persidangan, penyidik KPK Rizka Anung Nata mengakui saksi Hengky Soenjoto mengubah keterangannya pada pemeriksaan yang ketiga.

“Pemeriksaan ketiga, yang bersangkutan ada koreksi, saya persilakan untuk mengoreksi. Kemudian yang terbaru saya tuangkan dalam BAP, yang sekarang ada di berkas perkara,” kata Rizka saat bersaksi.

Mendengar pernyataan Rizka, lantas jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Wawan Yunarwanto menelisik keterangan apa yang diubah oleh Hengky saat masih dalam proses penyidikan.

“Pemeriksaan ketiga yang dikoreksi, hal apa yang dikoreksi saksi dalam pemeriksaan ketiga?,” tanya Jaksa Wawan.

“Yang dikoreksi, pertama, ada typo mungkin dari tulisan Hengky Soenjoto, saya kurang O nya,” jawab Rizka.

Selain itu, sambung Rizka, Hengky juga mengubah keterangannya terkait perkara kasasi yang semula disebutkan MIT melawan PT. Kawasan Berikat Nusantara (KBN), menjadi MIT melawan UOB.

“Itu masalah kasasi, dia bilang itu kasasi terkait MIT lawan UOB,” ujar Rizka.

Dalam perkara ini, mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono didakwa menerima gratifikasi senilai Rp 37.287.000.000 dari sejumlah pihak yang berperkara di lingkungan Pengadilan tingkat pertama, banding, kasasi, hingga peninjauan kembali.

Selain itu, Nurhadi dan menantunya juga turut didakwa menerima suap Rp 45.726.955.000 dari Direktur Utama PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT) Hiendra Soenjoto. Uang suap tersebut diberikan agar memuluskan pengurusan perkara antara PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT) melawan PT Kawasan Berikat Nusantara (PT KBN) terkait dengan gugatan perjanjian sewa menyewa depo kontainer.

Atas perbuatannya, Nurhadi dan Rezky didakwa melanggar Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP dan Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat  (1) KUHP. (*)

Sumber: JP Group
Editor: Jamil Qasim