Covid-19

Satgas Covid-19: Hindari Masker dengan Katup Udara, Celah Virus Masuk

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito mengatakan agar masyarakat menghindari masker yang memiliki katup udara karena dapat berpotensi menjadi celah masuknya virus (Dok. Satgas Covid-19)

batampos.id – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 memberikan sejumlah ketentuan untuk masyarakat dalam pemakaian masker sehingga meningkatkan efektivitas pencegahan Covid-19.

“Pada 13 Februari 2021 lalu, Center for Disease Control (CDC) di Amerika Serikat memperbarui artikel pada situs resminya terkait dengan cara-cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan efektivitas penggunaan masker,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito dalam konferensi pers virtual di Kantor Presiden Jakarta, Kamis (18/12).

Menurut Prof Wiku, terdapat berbagai jenis masker untuk mencegah penularan Covid-19 di antaranya masker medis, masker kain, dan masker KN-95. “Penting diketahui agar menghindari memakai masker yang memiliki katup udara karena dapat berpotensi menjadi celah masuknya virus,” ungkap Prof Wiku.

Advertisement

Menurut Prof Wiku, baik masker kain maupun masker medis dapat ditingkatkan ketepatan pemakaian dan filtrasinya terhadap virus. “Pertama adalah dengan menggunakan masker yang terdapat ‘nose wire’ atau kawat pada bagian hidung untuk menyesuaikan dengan bentuk hidung agar mencegah masuknya virus,” tambah Prof Wiku.

Kedua, menggunakan penyangga masker agar masker dapat dipakai dengan sempurna dan menyesuaikan dengan bentuk wajah. “Gunakan penyangga masker dengan bahan elastis agar tetap nyaman saat digunakan tapi juga selalu tertutup,” kata Prof Wiku.

Ketiga, mengikat karet telinga dan melipat sisa masker bila ukuran masker lebih besar dari wajah sehingga masker rapat dan menutupi hidung dan mulut secara sempurna.

“Salah satu cara yang direkomendasikan CDC untuk meningkatkan kemampuan filtrasi masker adalah dengan melapis masker medis dengan masker kain. Penelitian terbaru di laboratorium menunjukkan kombinasi masker ganda ini memberikan perlindungan jauh lebih baik bagi pemakainya dan orang lain dibanding hanya memakai masker medis atau masker kain saja,” ungkap Prof Wiku.

Namun, ada beberapa kombinasi masker yang tidak boleh digunakan secara bersamaan. “Jangan gabungkan dua masker medis secara bersamaan sebab masker medis tidak dirancang dua lapis secara bersamaan karena tidak meningkatkan filtrasi dan kesesuaian masker,” tambah Prof Wiku.

Selain itu, jangan menggabungkan masker KN-95 dengan masker lainnya. “Sebaiknya masker KN-95 digunakan sendiri dan tidak melapisi masker KN-95 dengan jenis masker apapun sebagai lapisan pertama atau kedua,” tegas Prof Wiku.

Mengenakan masker adalah salah satu cara terpenting untuk mengurangi penularan Covid-19, sehingga masyarakat diminta untuk konsisten memakai masker secara benar di tempat umum.

“Juga ketika bersama siapapun yang tidak tinggal bersama termasuk di rumah sendiri dan saat merawat seseorang yang terkena Covid-19. Dengan memakai masker yang benar harapannya dapat mengurangi angka penularan di masyarakat sehingga kasus positif segera turun hingga tidak ada sama sekali,” ungkap Prof Wiku. (*)

Reporter : Jpgroup
Editor : Andriani Susilawati