Bintan-Pinang

Satu Bulan, 240 Hektare Lahan di Tanjungpinang Terbakar

Petugas gabungan sedang memadamkan lahan yang terbakar di Tanjungpinang belum lama ini. (F.DPKP untuk batampos.id)

batampos.id – Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamat (DPKP) Kota Tanjungpinang, Hantoni menjelaskan selama satu bulan terakhir total luas lahan kebakaran yang terjadi sejak 17 Januari 2021 hingga Kamis (18/2/2021) mencapai 240 Hektare (Ha). Dipicu cuaca ekstrim dan musim kemarau, saat ini hampir setiap hari DPKP menerima laporan kebakaran lahan.

BACA JUGA: Cuaca Panas Waspada Kebakaran Lahan

“Kebakaran yang terjadi memang ada beberapa kategori ada rumah atau bangunan tapi yang paling banyak adalah kebakaran lahan,” kata Hantoni, Jumat (19/2/2021). Dijelaskan Hantoni dalam rekapan datanya selama Januari 2021 terdapat 10 kejadian kebakaran lahan dengan total luas 10,55 Ha. Pada Februari 2021 hingga Kamis (18/2/2021)  kemarin sebanyak 18 kejadian, seluas 227,50 Ha.

Advertisement

Dari data itu kata Hantoni kebakaran yang paling luas terjadi dua hari yang lalu di Dompak, sekitaran Sungai Pulai dan Hutan Lindung, Tanjungpinang Timur dan Bukit Bestari.  “Dua hari yang lalu di daerah Dompak sekitar 200 Hektare dan semalam ada 2 hektare,” paparnya.

Hantoni menyebutkan dugaan sementara saat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) kebakaran sering terjadi akibat kelalaian masyarakat saat membakar sampah dan saat membuka lahan yang tidak dipantau hingga api padam, sehingga percikan api terbang ke beberapa titik yang menimbulkan kebakaran.

“Kemarin itu ada anak kecil usai membakar sampah yang terbawa angin ke daerah sekitarnya,” sebutnya. Lebih lanjut ia mengimbau bagi masyarakat yang akan membuka lahan agar tidak dilakukan dengan cara membakar sebab dalam undang-undang nomor 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup,  pasal 69 ayat 1 huruf H bahwa  bagi masyarakat dengan sengaja membakar hutan akan dikenakan sanksi denda paling sedikit Rp 3 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar.

“Partisipasi aktif masyarakat adalah peran penting dalam aspek kesiagaan terhadap bencana, jika kita menjaga alam, maka alam akan menjaga kita,” imbaunya. (*)

Reporter: Peri Irawan
editor: tunggul