Nasional

Suhajar Jamin Birokrasi Berjalan Lancar

Suhajar Resmi Jadi Pejabat Gubernur Kepri KPU Kepri Tetapkan Ansar-Marlin 21 Februari

Mendagri, Tito Karnavian, melantik Suhajar Diantoro sebagai Penjabat Gubernur Kepri di Kantor Kemendagri, Jakarta, Kamis (18/2). (Dokumentasi Pemprov Kepri)

batampos.id – Penjabat (Pj) Gubernur Kepri, Suhajar Diantoro, menjamin birokrasi di Provinsi Kepri akan berjalan lancar. Untuk itu, mulai hari ini, Jumat (19/2), ia akan langsung bertugas menjalankan roda pemerintahan di Kepri setelah dilantik Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, Kamis (18/2).

”Jumat pukul 10.00 WIB saya langsung terbang ke Tanjungpinang untuk melaksanakan tugas sebagai Pj Gubernur Kepri,” ujar Suhajar usai dilantik, kemarin.

Sesuai agenda yang telah disusun Pemprov Kepri, Suhajar akan langsung menggelar pertemuan dengan FKPD, KPU, dan Bawaslu di Gedung Daerah yang membahas penetapan Gubernur dan Wakil Gubrnur Kepri terpilih. Juga rapat dengan OPD di lingkungan Pemprov Kepri.

Advertisement

”Pertemuan ini untuk mengkoordinasikan banyak hal. Termasuk pasca pilkada di Kepri. Juga agar agenda birokrasi dan pelayanan pada masyarakat tetap berjalan maksimal,” kata Sekda Kepri, TS Arif Fadillah, kemarin.

Arif kemarin menghadiri langsung pelantikan Suhajar di Kemendagri. Arif sempat diamanahkan jabatan Pelaksana Harian (Plh) Gubernur Kepri, sejak 12 Februari hingga Suhajar dilantik.

Selain melantik Suhajar sebagai Pj Gubernur Kepri, kemarin, Mendagri juga melantik Penjabat Gubernur Jambi, Bengkulu, dan Sumbar. Tito saat pelantikan mengatakan, penunjukan ini dilakukan agar kerja-kerja birokrasi tetap berjalan sebelum gubernur definitif dilantik.

Penunjukan Suhajar dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden tentang Pengesahan Pemberhentian dengan Hormat Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri masa jabatan 2016-2021 dan pengangkatan Pj Gubernur Kepri. “Para pejabat ini harus mengawal birokrasi sampai dilantiknya gubernur defenitif,” kata Tito.

KPU Terima Salinan Putusan MK

Sementara itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kepri sudah menerima Berita Acara dan salinan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sengketa Perselihan Hasil Pilkada (PHP) Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri, Kamis (18/2) dari KPU RI. KPU Kepri sudah menjadwalkan rapat pleno penetapan akan digelar pada 21 Februari 2021 nanti.

“Berita acara dan SK PHP Pilkada Kepri sudah kami terima dari KPU RI hari ini (kemarin, red). Agenda selanjutnya adalah rapat pleno penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri terpilih,” ujar Komisioner KPU Provinsi Kepri, Widiyono Agung, kemarin, di Tanjungpinang.

Pria yang membidangi Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Kepri tersebut menjelaskan, saat ini KPU Provinsi Kepri juga sudah berkomunikasi dan berkoordinasi dengan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Kepri, mengenai protokol kesehatan yang akan diterapkan pada rapat itu nanti. Selain itu, juga mematangkan pengamanan dengan pihak terkait, seperti TNI-Polri.

”Surat sudah diterima, insya Allah pleno penetapan digelar tanggal 21 (Februari) mendatang di Hotel CK, Tanjungpinang,” jelas Agung.

Mantan Hakim Adhoc Pengadilan Hubungan Industri (PHI) tersebut juga mengatakan, KPU Provinsi Kepri juga akan mengundang masing-masing pasangan calon (paslon) Gubernur Kepri dan Wakil Gubernur Kepri. Baik itu paslon nomor urut 1 Soerya Respationo-Iman Sutiawan, nomor urut 2 Isdianto-Suryani, dan nomor urut 3 Ansar Ahmad-Marlin Agustina.

“Karena penerapan protokol kesehatan yang ketat, tentunya kita harapkan tidak terjadi kerumunan. Bagi paslon yang dinyatakan sebagai pemenang untuk tidak membawa rombongan lebih dari jumlah yang kita tetapkan. Dalam hal ini, KPU akan memberikan pemberitahuan secara resmi melalui surat,” tegas Agung.

Ia menjelaskan, sebelumnya KPU Kepri telah menetapkan paslon nomor urut 03, Ansar Ahmad-Marlin Agustina, sebagai pemenang Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri dengan meraih dukungan sebanyak 308.553 suara atau sebesar 39,97 persen. Disusul paslon nomor urut 02, Isdianto-Suryani, dengan perolehan 280.160 suara, dan paslon nomor urut 1, Soerya-Iman, meraih dukungan 183.317 suara.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Kepri, TS Arif Fadillah, mengatakan setelah keputusan MK RI beberapa waktu lalu, pihaknya juga berkoordinasi dengan pihak KPU Kepri guna mengetahui jadwal pleno penetapan.

Kemudian, hasil pleno tersebut akan disampaikan ke DPRD dan Pemprov Kepri. Menurutnya, sebelum Pemprov Kepri mengirimkan surat penetapan gubernur dan wakil gubernur terpilih ke Kemendagri, hasil pleno penetapan pemenang Pilkada tersebut terlebih dahulu di-paripurnakan oleh DPRD Kepri.

”Sudah koordinasi, saya juga sudah telepon Pak Ketua DPRD Kepri guna menyusun jadwal paripurna penetapan,” ujarnya, di Kantor Gubernur Kepri, Tanjungpinang. (*)

Reporter : CIPI CKANDINA dan JAILANI
Editor : MOHAMMAD TAHANG