Bintan-Pinang

Dipanggil Jaksa, Yudi Ramdani, Pejabat Pemko Tanjungpinang Mangkir

Kasipidsus Kejari Tanjungpinang Aditya Rakatama. (f.yusnadi/batampos.id)

batampos.id – Pejabat Pemko Tanjungpinang, Yudi Ramdani mangkir dari panggilan penyidik pidana khusus Kejaksaan Negeri Tanjungpinang, Senin (22/2/2021). Tersangka dugaan korupsi pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) ini, batal diperiksa karena mendadak sakit.

BACA JUGA: Tersangka Korupsi Pajak Dapat Jabatan Baru di Pemko Tanjungpinang 

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Tanjungpinang Aditya Rakatama menjelaskan pemanggilan terhadap tersangka, dilakukan untuk melengkapi berkas acara pemeriksaan (BAP) atas petunjuk dari jaksa peneliti. “Berdasarkan surat keterangan dokter yang disampaikan penasihat hukumnya, tersangka sakit diare akut. Jadi pemeriksaan batal,” jelas Rakatama.

Advertisement

Selanjutnya, kata Rakatama, pihaknya telah menjadwal ulang pemeriksaan terhadap Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Tanjungpinang tersebut. “Jumat 26 Februari dipanggil kembali. Selanjutnya akan dilihat apakah tersangka ini kooperatif,” katanya.

Jika tidak kooperatif atau kembali mangkir, penyidik akan mengambil sikap dan tindakan tegas terhadap tersangka. Menurut Rakatama, jika tidak kooperatif, maka pihaknya akan melakukan upaya paksa dan melakukan tindakan hukum (penahanan). “Soal penahanan tersangka, kami lihat nanti apakah dia kooperatif atau tidak,” tegas Rakatama.

Sebagaimana diketahui Kejari Tanjungpinang menetapkan pejabat Pemko Tanjungpinang, Yudi Ramdani sebagai tersangka korupsi pajak BPHTB di Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Tanjungpinang, Desember 2020 lalu. Dari hasil penyidikan, diduga tersangka telah menilap uang negara sebesar Rp 3 miliar. (*)

Reporter: Yusnadi
editor: tunggul