Bintan-Pinang

Jadi Dinas, Pemadam Kebakaran Tanjungpinang Butuh Tambahan Personel

Kasatpol PP Kota Tanjungpinang Hantoni, foto sebelum pandemi (f.peri/batampos.id)

batampos.id– Sejak berganti menjadi sebuah dinas, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamat (DPKP) Kota Tanjungpinang membutuhkan tambahan personel dan tambahan mobil pemadam kebakaran (damkar) agar pekerjaan lebih maksimal dan cepat dalam melakukan pemadaman. Kepala DPKP Kota Tanjungpinang, Hantoni menjelaskan saat ini untuk mengatasi kejadian kebakaran di Tanjungpinang yang kerap terjadi saat ini, personel yang ada saat ini dinilai masih memadai karena sudah memenuhi kualifikasi dan memiliki sertifikat, namun dari segi jumlah memang dibutuhkan tambahan tenaga personel.

BACA JUGA: Cuaca Panas Waspada Kebakaran Lahan

“Mereka sudah punya sertifikat instruktur pemadam dan ada pemadam tingkat satu, mereka sudah punya kualifikasi itu,” Kata Hantoni, Minggu (21/2/2021). Sedangkan untuk kesiapan, kata Hantoni memang harus didukung sarana dan prasarana. Dari segi personel saat ini  DPKP butuh jumlah yang lebih banyak. Untuk melayani satu kota menurutnya jumlah ideal petugas sekitar 200 orang, karena saat ini sudah menjadi sebuah dinas, berbeda dengan sebelumnya masih dalam bentuk bidang dalam sebuah dinas.

Advertisement

“Personel yang ada saat ini sekitar 80 orang personel, 32 diantaranya berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) selebihnya Pegawai Tidak Tetap (PTT),” ujarnya. Alasan dibutuhkannya lebih banyak personel, Hantoni menjelaskan saat tim akan melakukan pemadaman di daerah yang tidak bisa dilewati mobil damkar, sehingga harus dilakukan penyambungan selang air agar sampai ke titik kebakaran, hal itu membutuhkan lebih banyak petugas.

“Seperti kejadian di Teluk Keriting tidak bisa dilewati armada terpaksa dilakukan penyambungan selang dan itu membutuhkan banyak personel ,” ungkapnya. Tidak hanya personel dari segi kelengkapan alat untuk pemadam juga dibutuhkan tambahan, seperti mobil pemadam yang saat ini berjumlah delapan unit, dua diantaranya sedang dilakukan perbaikan. Jadi hanya ada enam yang beroperasi, dengan kondisi rawan kebakaran lahan seperti saat ini, pada tiga pos yang sudah tersedia sedikitnya butuh tiga armada di setiap pos agar proses pemadaman saat kebakaran lebih cepat dilakukan.

“Sertiap pos paling tidak kami butuh tiga armada yang representatif, walaupun saat ini sudah ada masih kuranglah dengan situasi seperti ini,” tambahnya. (*)

Reporter: Peri Irawan
editor: tunggul