Bintan-Pinang

PUPR Tanjungpinang Anggarkan Rp 1 Miliar Upah bagi Warga di Proyek Padat Karya

Zulhidayat (f.peri/batampos.id)

batampos.id– Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang (PUPR) menganggarkan Rp 1 miliar untuk upah masyarakat yang terlibat dalam program padat karya, dengan sasaran jumlah masyarakat yang bekerja lebih banyak. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Kota Tanjungpinang, Zulhidayat menjelaskan program padat karya yang akan dilakukan pada 2021 dibungkus dengan konsep swakelola oleh masyarakat pada pekerjaan yang dikelola PUPR, seperti drainase jalan atau drainase lingkungan.

BACA JUGA: Karyawan Industri Padat Karya Jadi Prioritas Vaksin Mandiri

“Itu yang akan dilakukan oleh masyarakat dengan upah harian, itu sekaligus memberi pekerjaan untuk membantu masyarakat,” kata Zul, Minggu (21/2). Dijelaskan Zulhidayat, pada masa pandemi covid-19 perlu disadari banyak masyarakat yang kehilangan mata pencarian. Pekerjaan pembersihan drainase itu dinilai bisa dilakukan oleh masyarakat yang kehilangan pekerjaan karena tidak membutuhkan keahlian khusus dan yang terpenting bisa memberi pemasukan untuk yang akan bekerja.

Advertisement

“Dari dana program itu kita dapat dua, lingkungan dan parit bersih, masyarakat kita juga terbantu,” sebutnuya. Proses perekrutan pekerja itu, Zulhidayat menyebutkan akan berbeda dengan sistem tahun sebelumnya, dimana satu kelompok pekerja yang direkrut akan bekerja untuk keseluruhan pekerjaan yang diagendakan satu tahun, namun pada 2021 pihaknya akan mengubah sistem itu agar lebih banyak masyarakat yang terserap untuk bekerja.

“Kita minta bantu dari pihak kelurahan yang memiliki data dan mengetahui warganya sedang tidak bekerja,” terangnya. Beberapa tahun sebelumnya, anggaran untuk padat karya itu memang kecil, namun tahun 2021 dianggarkan lebih besar mencapai Rp 1 miliar untuk bayar upah pekerja pada satu tahun. Anggaran untuk semua pekerjaan, baik drainase lingkungan namupun drainase jalan kota.

“Tahun ini kita sedang persiapan untuk pelaksanannya, dalam waktu dekat yaitu pembersihan drainase pada titik yang sedimentasinya tinggi atau rumput tepi jalan yang sudah tinggi akan dikerjakan,” paparnya.

Ia berharap dengan program padat karya itu setidaknya bisa sedikti membantu masyarakat yang selama ini tidak berpenghasilan. Untuk upah yang akan diterima masyarakat dalam satu hari berdasarkan standar Hak Orang Kerja (HOK) sekitar Rp 100- 110 ribu per hari . ” Bisa membantu sedikit, bagi yang selama ini tidak ada penghasilan jika bisa bekerja satu minggu bisa dapat uang sekitar Rp 700 ribu,” ucapnya. (*)

Reporter: Peri Irawan
editor: tunggul