Covid-19

Tak Ada Lagi Zona Merah di Batam

Data Terkini Covid-19 Kota Batam.

batampos.id – Kasus penyebaran Covid-19 di Kota Batam makin terkendali. Hingga Minggu, 21 Februari 2021, jumlah pasien sembuh mencapai 5.604 orang dari 5.838 pasien. Bahkan, Batam kini bebas dari zona merah dan semakin mantap menuju zona hijau.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, meminta seluruh masyarakat Batam makin memperketat protokol kesehatan (protkes) demi meminimalisir risiko terjangkit Covid-19. Dengan cara itu pula, Batam akan makin cepat menuju zona hijau. ”Semoga yang masih dirawat bisa cepat sembuh, kita doakan sama-sama,” ujarnya, kemarin.

Amsakar menyebutkan, saat ini pasien paling banyak tersisa masih di Batam Kota. Sementara paling sedikit di Kecamatan Batuampar. ”Semoga dengan cepat para pasien sembuh, Batam menjadi zona hijau,” katanya.

Advertisement

Amsakar kembali mengajak semua pihak kerja bersama melawan Covid-19 tersebut. Menurutnya, dengan selesainya permasalahan Covid-19 tersebut maka semua aktivitas ekonomi, sosial, dan sebagainya akan normal kembali.

”Mari tingkatkan kesadaran kita untuk memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan, dan membatasi mobilitas,” kata Amsakar, lagi.

Batam yang semakin mantap menuju zona hijau juga dibenarkan Ketua Bidang Kesehatan Penanganan Covid-19 Kota Batam, dr Didi Kusmarjadi, SPoG. Meskipun masih ada penambahan kasus, namun dapat diimbangi dengan tingkat kesembuhan yang tinggi.

”Hari ini (kemarin, red) ada 14 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19. Dimana dua belas orang tanpa gejala dan dua orang bergejala,” sebut Didi.

Total pasien yang dirawat hingga kemarin mencapai 84 orang. Sementara yang meninggal sejak kasus muncul Maret 2019 hingga saat ini hanya 150 orang. Rata-rata yang meninggal karena ada penyakit bawaan.

Bila berdasarkan kelompok umur, usia 26 sampai 35 tahun masih jadi usia tertinggi kasus Covid-19 di Batam. Di susul usia 36-45 tahun dan usia 17 tahun sampai 25 tahun.

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Batam juga mencatat, saat ini sudah tidak ada zona merah di Batam. Kondisi itu seiring dengan makin berkurangnya penularan dan meningkatnya warga yang pulih dari paparan virus corona jenis baru tersebut. ”Alhamdulillah, mulai hari ini (kemarin, red) tidak ada yang (zona) merah lagi,” kata Didi.

Bahkan, saat ini hanya Kecamatan Batam Kota dan Lubukbaja yang pekan lalu zona merah kini sudah berwarna pink atau menuju zona kuning. Sementara kecamatan lainnya sudah kuning dan hijau (Belakangpadang, Bulang, dan Galang).

Didi mengatakan, jumlah warga yang dirawat karena Covid-19 juga terus berkurang. ”Rumah sakit juga lengang. RSUD Embung Fatimah contohnya, yang dirawat hanya tiga orang,” ungkapnya.

Pemko Tegur Tempat Usaha

Upaya mempercepat Batam menjadi zona hijau juga diikuti langkah pemberikan teguran kepada para pelaku usaha yang tidak mematuhi protkes.

Kepala Satpol PP Kota Batam, Salim, mengatakan, pihaknya secara rutin melakukan pengawasan di lapangan. Hasilnya didapati memang masih banyak masyarakat yang mengabaikan protkes.

”Tadi malam (kemarin malam, red) kita turun, ada tiga kecamatan yang kita pantau. Di antaranya Kecamatan Sekupang, Batam Kota, dan Lubukbaja,” kata Salim, Minggu (21/2).

Untuk wilayah Kecamatan Batam Kota ada sejumlah titik yang menjadi perhatian pihaknya. Seperti Dataran Engku Hamidah dan Kawasan kuliner Mega Legenda, Batam Center. ”Di Engku Hamidah ada 10 orang warga yang tidak menggunakan masker, langsung kita berikan teguran,” ujarnya.

Kemudian di kawasan Mega Legenda pihaknya masih menemukan tempat-tempat usaha yang tidak mematuhi protkes sebagaimana yang selama ini diimbau Pemerintah Kota (Pemko) Batam.

Umumnya yang dilanggar adalah jarak yang terlalu dekat dan jumlah pengunjung yang terlalu banyak. Pihaknya langsung memberikan teguran secara tertulis kepada pelaku usaha tersebut. ”Langsung kita beri surat peringatan, beberapa di antaranya bahkan ada yang sudah dua kali dan tiga kali melanggar,” sebutnya.

Dari tiga kecamatan yang paling banyak adalah Kecamatan Batam Kota, ada tujuh tempat usaha yang diberikan peringatan. Kemudian di Kecamatan Sekupang ada dua dan Kecamatan Lubukbaja ada satu.

”Jika peringatan ini tidak diindahkan maka sesuai dengan Perwako Nomor 49 Tahun 2020, berupa sanksi sosial dan denda materi atau mencabut izin usahanya,” tegas Salim. (*)

Reporter : Rengga Yuliandra
Eggi Idriansyah
YASHINTA
Editor : MOHAMMAD TAHANG