Home

Dua Tahun Penjara bagi Penyelundup Benur

batampos.co.id – Pengadilan Negeri Hubungan Industrial, Perikanan Dan Tipikor Kelas 1A Tanjungpinang di Sekupang memvonis 2 tahun kurungan penjara terhadap tiga terdakwa kasus penyelundupan ribuan benur atau benih lobster di Batam, beberapa waktu lalu. Ketiga pelaku adalah Abdul, 39, Dedi, 41, dan Oman, 44. Para pelaku merupakan warga asal Bogor, Jawa Barat.

Fakta persidangan membuktikan ketiga terdakwa terbukti menyelundupkan sebanyak 42.500 ekor benih bening lobster senilai Rp 4,2 miliar dengan denda 600 juta rupiah subsider dua bulan penjara.

Dalam amar putusan majelis hakim yang dibacakan hakim ketua, Tofan Husma, menegaskan para terdakwa terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sehingga ketiga terdakwa dijerat dengan pidana Undang-undnag perikanan, Pasal 92 jo Pasal 26 Undang-undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan.

Advertisement

”Serta Peraturan Perundangan lain yang bersangkutan, sehingga majelis hakim memutus ketiga terdakwa dengan hukuman masing-masing dua tahun kurungan penjara dan denda 600 juta rupiah subsider dua bulan kurungan penjara,” demikian bunyi putusan dengan nomor perkara 3/Pid.Prk/2021/PN Tpg tertanggal 8 Februari 2021, tersebut.

Sidang putusan bagi terdakwa digelar secara daring dari Kejaksaan Negeri Batam dan dihadiri ketiga terdakwa. Sidang ini diikuti oleh Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Batam dan Tim Penyidik Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Batam.

Duduk sebagai majelis hakim diketuai Tofan Husma Pattimura, dan hakim anggota Ir Khairil Anwar sebagai Hakim Ad Hoc Perikanan dan Abdullah, Hakim Ad Hoc Perikanan, serta dibantu Raymond Badar, Panitera Pengganti Pengadilan Perikanan.

Kepala SKIPM Batam, Anak Agung Gde Eka Susila, mengatakan, status hukum ketiga terdakwa sudah jelas untuk selanjutnya menjalani masa kurungan penjara.

Kata dia, putusan ini bisa menjadi efek jera bagi para pelaku penyelundupan benih bening lobster. Selain itu, dia juga berharap putusan ini menjadi pelajaran bagi masyarakat luas untuk tidak melakukan tindak pidana yang sama ke depannya.

”Kita senantiasa mengimbau agar upaya penyelundupan untuk dihentikan karena sangat merugikan negara dan masyarakat sendiri,” kata Agung, Senin (22/2/2021).

Sebelumnya kasus penyelundupan ini berhasil digagalkan tim dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KKOP) khusus Batam pada 6 Desember 2020 lalu di dalam kapal KM Kelud. Saat itu, kapal KM Kelud yang tiba bersandar di Pelabuhan Macobar, Batuampar, Batam dan langsung dicegat. Penumpang dilarang turun guna pemeriksaan adanya informasi penumpang membawa benih lobster.

Alhasil, setelah dilakukan penggeledahan, tiga penumpang berhasil dibekuk membawa benih lobster.

Agung menyebut, rencananya, benur-benur tersebut akan dikirim ke Vietnam via Singapura. Beruntung, berkat sinergitas aparat, penyelundupan benur senilai Rp 4,2 miliar ini berhasil digagalkan dan diproses ke pengadilan. (*)

 

 

Reporter : Rengga Yuliandra
Editor : RATNA IRTATIK