Bintan-Pinang

Ini Alasan Korban Pencabulan Ayah Tiri Baru Curhat ke Ibunya

Kapolsek Teluk Bintan, Iptu Rugianto. (F.pribadi untuk batampos.id)

batampos.id – Kapolsek Teluk Bintan, Iptu Rugianto mengungkapkan, alasan korban pencabulan inisial AA, 14 tahun, yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP) baru mencurahkan isi hatinya terkait kelakuan ayah tirinya ke ibunya. Kepada penyidik, korban mengaku, korban selalu diancam oleh sang ayah tiri agar tidak menceritakan perbuatan ayah tirinya ke orang lain.

BACA JUGA: Pelajar SMP di Bintan Curhat ke Ibu karena Dicabuli Ayah Tiri Sejak 2019

“Ya korban diancam oleh ayah tirinya, bahkan kalau sampai ngomong, ibunya akan dibunuh, jadi korban takut bercerita,” ujarnya. Seiring waktu dan bertambah usia, korban ke penyidik mengaku sudah tidak tahan lagi atas kelakuan ayah tirinya.

Advertisement

Akhirnya, korban menceritakan semua kelakuan bejat ayah tirinya ke ibunya. “Karena sudah tidak tahan lagi, akhirnya korban ngomong ke ibunya, dan Sabtu (20/2/2021) kemarin, ibu korban melaporkan ke Polsek,” ujarnya.

Seperti diketahui, kasus ini terungkap saat korban pulang ke rumah untuk menceritakan kelakuan sang ayah tiri. Sayang, ibunya tidak berada di rumah. Seketika itu, korban menanyakan ke tetangganya.

“Ibunya saat itu sedang mengurut di rumah tetangganya,” katanya. Tidak sabar meluapkan perasaannya, korban menelepon sang ibu agar segera pulang ke rumah.

Setibanya di rumah, korban menceritakan sejak tahun 2019 hingga terakhir kali sekira bulan Oktober tahun 2020, dicabuli sang ayah. “Korban mengaku dicabuli berulang kali di kamar rumah mereka ketika ibunya tidak di rumah,” ujarnya.

Mendengar cerita anaknya membuat sang ibu kaget bukan kepalang. Sang ibu langsung mengadu ke polisi. Dia mengatakan, pihaknya langsung menindaklanjuti kasus tersebut dengan menangkap sang ayah tiri.

“Kita langsung mendatangi TKP dan mengumpulkan bukti, setelahnya pelaku yang tidak lain ayah tiri korban ditangkap,” ujarnya. Barang bukti yang disita satu celana dalam, satu BH, satu helai kaos dan 1 helai celana.

Atas perbuatan melanggar hukum, pelaku dijerat pasal 81 ayat 3 UU nomor 35 Tahun 2014 tentang Perindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun dan minimal 5 tahun. (*)

Reporter: Slamet
editor: tunggul