Metropolis

Maksimalkan Pengawasan dan Pengamanan di Perairan Indonesia, TNI AL Aktifkan 14 Stasiun Radar

batampos.id – Padatnya jalur lintas pelayaran di Selat Malaka dan Singapura yang memiliki akses vital, membuat TNI AL memperketat keamanan dan pengawasan di perairan tersebut. Salah satunya dengan mengaktifkan 14 stasiun rada pemantau laut.

BACA JUGA:
Gasak Muatan Kapal Asing di Selat Singapura, Personel KRI Siwar 646 Tangkap Lima Perompak

Menurut Laksma Yayan Sofiyan, sebanyak 14 stasiun radar mulai dari Aceh hingga Batam berfungsi untuk memantau aktivitas serta pergerakan kapal dan patroli keamanan.

Advertisement

“Karena memang dua selat tersebut (Malaka-Singapura) sangat padat dilintasi kapal. Dari 1 Januari hingga 20 Februari tahun ini saja, sudah ada sebanyak 14 ribu kapal berbendera asing melintas di perairan tersebut,” ujar Yayan saat ditemui Senin (23/2/2021).

Dia mengatakan, pihaknya terus siap untuk melakukan pengamanan dan pengawasan di dua selat tersebut. “Salah satunya memaksimalkan fungsi stasiun radar yang kami miliki,” tegasnya.

Karena, lanjut Laksma Yayan, apabila laut Indonesia tingkat kriminalitasnya mampu ditekan seminimal mungkin, dampaknya adalah tingkat kepercayaan masyarakat internasional yang melintas ke laut Indonesia akan semakin tinggi.

“Kebetulan saat ini kan ruang laut untuk lego jangkar berada di Nipah, Batam, Galang dan Kabil. Maka harus dilakukan pengawasan dan pengamanan ekstra. Sehingga tingkat kepercayaan negara asing atas lautan Indonesia akan semakin besar. Intinya bagaimana agar kapal yang melintas ke laut Indonesia itu merasa aman. Yakni dengan jalan kita harus memberikan garansi itu berupa pengamanan dan
pengawasan yang tepat, yang akhirnya bermuara pada peningkatan devisa negara yang luar biasa,” terangnya. (*)

Reporter: Galih Adi Saputro
Editor: Chahaya Simanjuntak