Internasional

Perdana, Virus Flu Burung H5N8 Tulari Tujuh Pekerja Peternakan di Rusia

Ilustrasi: unggas di Rusia menularkan virus H5N8 ke manusia (REUTERS/Eduard Korniyenko)

batampos.id – Wabah flu burung di Rusia Desember 2020 lalu berdampak panjang. Virus H5N8 yang menjadi penyebab wabah dilaporkan menjangkiti tujuh pekerja peternakan.

Seperti diketahui, flu burung memiliki banyak varian. H5N8 adalah yang paling mematikan dan menular bagi unggas. Namun, sebelumnya tak pernah ada laporan bahwa virus tersebut bisa menular ke manusia.

Penularan terhadap manusia ini adalah kasus perdana.Jenis lainnya seperti H5N1, H7N9, dan H9N2 pernah dilaporkan menular dari hewan ke manusia. Rusia sudah menginformasikan masalah tersebut pada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Advertisement

Sejauh ini, belum ada indikasi bahwa ada penularan dari manusia ke manusia. Para ilmuwan telah mengisolasi materi genetik varian virus yang ada di tujuh pekerja yang tertular tersebut. Tujuh pekerja yang tertular virus itu dalam kondisi baik. Mereka tidak mengalami masalah kesehatan serius.

“Waktu akan mengungkap apakah virus ini bisa bermutasi lebih lanjut,” terang Anna Popova, kepala pengawas kesehatan Rusia Rospotrebnadzor, seperti dikutip AFP, Selasa (23/2/2021).

Popova memuji ilmuwan Rusia yang mampu menemukan mutasi tersebut sedini mungkin. Yaitu, ketika virus itu belum memiliki kemampuan untuk menular antarmanusia. Karena itu, Rusia dan seluruh dunia kini punya waktu lebih banyak untuk mempersiapkan diri akan adanya kemungkinan mutasi dan reaksi apa yang bakal dilakukan.

WHO mengakui bahwa Rusia sudah menginformasikan masalah tersebut. Mereka kini tengah berdiskusi dengan otoritas Rusia untuk mendapatkan informasi yang lebih detail. Itu akan digunakan untuk mengukur dampak penularan pada kesehatan publik.

Kepala Penelitian Institut Nasional untuk Pertanian, Pangan, dan Lingkungan Prancis Gwenael Vourc’h mengungkapkan, virus influenza bisa berevolusi dengan cukup cepat. Ada kemungkinan kasus lain sudah ada sebelum laporan Rusia. (*)

Reporter: Jpg
Editor: Chahaya Simanjuntak