Home

Polda Kepri Siapkan Hukuman bagi Personel yang Menggunakan Narkoba

batampos.id – Direktorat Reserse Narkoba Polda Kepri mendadak melakukan pemeriksaan tes swab narkoba dengan menggunakan alat drugwipe, Senin (22/2). Anggota kepolisian yang habis melaksanakan apel, tidak menyangka ada tes tersebut. Sedikitnya, belasan anggota Ditresnarkoba yang dites narkoba.

Tes Narkoba selepas apel.

Direktur Reserse Narkoba Polda Kepri, Kombes Mudji Supriadi, mengatakan, program ini sesuai arahan dari Kepala Kepolisian RI (Kapolri) untuk membersihkan internal Korps Bhayangkara dari pengaruh narkoba.

“Kami ingin bersihkan dulu di dalam, baru keluar,” katanya, Senin (22/2/2021).

Advertisement

Ia mengatakan bahwa kegiatan ini dalam rangka mengantisipasi terjadinya penyalahgunaan narkoba pada personel Ditresnarkoba. Karena itu, para anggota Ditresnarkoba Polda Kepri juga tidak ada satupun yang diberitahu mengenai tes tersebut.

“Mendadak saja, begitu apel, dites semua. Syukur hasilnya negatif,” ungkapnya.

Jika ada personel yang hasil tes narkobanya positif, Mudji mengancam anggota polisi itu harus bersiap-siap menerima hukuman berat.

“Ada dua hukumannya, dipecat dari kepolisian dan ditindak pidanannya,” tuturnya.

Mudji mengaku, tidak main-main dengan aturan ini. Ia mengatakan, arahan dari Kapolri sudah jelas bahwa anggota Polri tidak boleh menggunakan narkoba maupun jadi bandarnya.

“Saya pastikan hukuman berat menanti anggota yang coba-coba melanggar arahan dari bapak Kapolri ini,” ungkapnya.

Tes narkoba secara mendadak ini, sambung Mudji, akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Mudji mengatakan, pengecekan tanpa ada periode tertentu, hanya bersifat dadakan.

“Ada saja waktunya, pasti akan terus kami cek para anggota ini,” tuturnya.

Kepada Polresta dan Polres jajaran di Kepri, Mudji meminta agar dilakukan juga cek narkoba secara masif. Sehingga, dapat melihat mana anggota yang menggunakan narkoba atau tidak.

“Saya harap jangan sampai ada. Kami ingin bersihkan anggota, lalu bersihkan masyarakat dari narkoba.”

Mudji mengatakan, bahaya narkoba sudah jelas, karena dapat menyengsarakan diri sendiri dan keluarga.

“Kepada jajaran, selalu diingatkan jangan menggunakan narkoba. Peringatan-peringatan ini selalu kami sampaikan setiap saat,” pungkasnya.

Pendisiplinan anggota Polri dari pengaruh narkoba ini makin digalakkan setelah adanya kasus personel polisi yang menggunakan narkoba di wilayah Polda Jawa Barat, belum lama ini. Tes urin dari personel tersebut membuktikan bahwa mereka positif mengonsumsi amphetamine atau sabu. (*)

 

 

Reporter : FISKA JUANDA
Editor : RATNA IRTATIK