Total Football

Setelah Dapat Enam Gelar, Bayern Muenchen Malah Tidak Fokus

Hans-Dieter Flick (dua dari kanan) melakukan komplain terhadap wasit Sascha Stegemann (kiri) setelah kekalahan Bayern Muenchen oleh Eintracht Frankfurt. (Daniel Ronald/AFP )

batampos.id –  Bayern Muenchen, sepertinya, belum fokus setelah meraih sextuple atau merengkuh enam gelar dalam satu tahun kalender.

Sebab, setelah pulang dari menjuarai Piala Dunia Antarklub 2020 di Qatar, Bayern seolah jet lag lantaran gagal memenangi dua laga terakhir di Bundesliga.

Setelah ditahan seri 3-3 oleh Arminia Bielefeld di Allianz Arena pekan lalu (16/2), Die Roten keok 1-2 di kandang Eintracht Frankfurt pada spieltag ke-22 Sabtu malam (20/2).

Advertisement

Memang, kekalahan itu tidak memengaruhi posisi Bayern sebagai pemuncak klasemen. Tetapi, kelemahan skuad asuhan Hans-Dieter Flick atau Hansi mulai jadi atensi lawan. Salah satunya variasi serangan.

Ketiadaan second striker Thomas Mueller yang masih menjalani karantina mandiri lantaran positif Covid-19 pun dirindukan.

Pemain 31 tahun itu memang absen melawan Arminia dan Eintracht. Tanpa Raumdeuter (Si Pembuka Ruang), julukan Mueller, Hansi memainkan Eric Maxim Choupo-Moting sebagai penyokong bomber utama Robert Lewandowski. Dan, performa Choupo-Moting dalam dua laga tersebut memang belum maksimal.

”Sangat jelas Lewy (Lewandowski, Red) kehilangan tandem,” tulis Bavarian Football Works. Antara Lewy dan Mueller tak ubahnya simbiosis mutualisme. Yaitu, saling memberikan assist.

Ketika Bayern masih ditangani Niko Kovac (2018–2019), Mueller sempat terpinggirkan. Performa Raumdeuter kembali moncer setelah Hansi menggantikan Kovac per 4 November 2019. ”Karena pemain seperti dia (Mueller, Red) selalu punya kontribusi bagi tim,” ucap Hansi kepada Bild. (*)

Sumber: JP Group
Editor: Jamil Qasim