Metropolis

Yadi, Korban Pengeroyokan 10 Orang Kecewa Kasusnya Lambat Ditangani

Yadi, korban pengeroyokan. ( F Rengga Yuliandra/Batam pos)

batampos.id – Kasus pengroyokan terhadap warga Galang hingga kini penyelidikannya masih menggantung di Polsek Galang. Pasalnya sudah tiga minggu dari laporan pengaduan, pelaku pengroyokan lebih kurang 10 orang tidak ada satupun pelaku yang ditangkap.

Saat ditemui batam pos dengan korban, M Indrawan Fatroni alias Yadi di kawasan lubuk baja, Selasa (23/2/2021), mengatakan dirinya sangat kecewa dengan penyelidikan yang dilakukan Polsek Galang dalam menangani kasusnya.

Menurutnya, peristiwa itu terjadi pada Jumat (05/2) lalu. berawal dari masalah lahan yang diklaim oleh pelaku bernama Paulus. Pada saat itu ia diperintahkan atasannya untuk mengukur patok lahan.

Advertisement

“Ini masalah jual beli lahan dikawasan Barelang Jembatan 5. Paulus merasa dirinya tidak diikut sertakan dalam jual beli lahan tersebut. Sehingga Paulus merasa sakit hati yang kemudian melakukan pengeroyokan terhadap saya” katanya.

Setahunnya, lahan itu pertama kali milik Sumirat kemudian dijual dengan Sumadi lalu dijual ke Akau Harianto kemudian Akau menjual ke Aseng. “Saya tahu cerita asal mula lahan itu karna saya putra daerah tersebut. Yang membuat saya bingung muncul nama paulus mengklaim lahan tersebut miliknya. Ketika itu saya sedang buat batas patok lahan, Paulus tidak terima lalu membawa orang suruhannya mengkeroyok saya,” ungkap Yadi.

Atas pengroyokan tersebut Yadi Kemudian membuat laporan kepada pihak kepolisian Polsek Galang, namun hingga kini laporannya merasa tidak ditanggapi.

“Saya korban namun sepertinya petugas kepolisian, seakan tidak menanggapi untuk menangkap para pelaku pengroyokan. Ini yang menjadi kekecewaan saya” cetusnya

Kalau memang tidak ditanggapi, Yadi berencana mengadukan kasus ini ke Kapolda Kepri. Dan dirinya berharap Kapolda Kepri merespon laporan pengaduannya.

“Bila laporan saya belum ada titik terangnya di Polsek Galang, saya akan lakukan pengaduan kepada Kapolda Kepri. Irjend pol Aris budiman”, tegasnya.

Rohimah salah seorang saksi mengatakan, melihat langsung orang suruhan Paulus mengkroyok Yadi di TKP.

“Benar bang saya melihat langsung yadi dipukuli lebih kurang ada 10 orang. Karena saya perempuan jadi tidak bisa melerai. Untunglah pada saat itu ada warga di tempat kejadian yang kemudian melerai pengeroyokan itu,” ucap Rohimah.

Terpisah, Kanit reskrim Polsek Galang iptu Gultom saat dikonfirmasi mengaku masih menangani laporan tersebut. “Kemarin sudah gelar pra rekon cuman saksi (dari pelapor) tak datang. Masih kita tangani kasus itu,” ujar Gultom. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra
Editor: Chahaya Simanjuntak