Bintan-Pinang

BPjamsostek Tekankan Penerapan K3 Bagi Perusahaan di Kepri

Kepala Cabang Bpjamsostek Tanjungpinang, Sri Sudarmadi bersama Kadisnaker dan Transmigrasi, Ir Mangara M Simarmata saat webinar, Rabu (24/2/2021). (F.Peri Irawan/batampos.id)

batampos.id – Sempena bulan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Nasional 2021, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (Bpjamsostek) cabang Tanjungpinang tekankan penerapan K3 untuk pekerjaan bagi perusahaan se Kepri. Kepala Cabang Bpjamsostek Tanjungpinang, Sri Sudarmadi menjelaskan penekanan K3 itu disampaikan kepada pihak perusahaan melalui webinar yang diikuti sekitar 1.000 peserta yang terdiri dari instansi, organisasi pemerintah, organisasi masyarakat, serikat buruh, tenaga kerja informal dan lainnya.

BACA JUGA: 1.500 Warga Daftar Pelatihan Kerja Pendaftaran Daring hingga 29 Januari

“Termasuk agen perisai dan pusat layanan kecelakaan kerja,” kata Sudarmadi, Rabu (24/2/2021). Dijelaskan Sudarmadi, pada kegiatan itu kembali mensosialisasikan dan menegaskan akan pentingnya kesehatan dan keselamatan kerja kepada semua pihak, tidak hanya pekerja dan pemberi kerja tapi pihak pemerintah karena angka kecelakaan kerja masih tinggi.

Advertisement

“Ini sisi prefentif akan kita kedepankan peningkatan kesadaran K3 bagi semua pihak, agar kejadian itu bisa diminimalisir,” ujarnya. Pada masa pandemi covid-19 yang saat ini masih mewabah sehingga keselamatan perkerja harus diperhatikan dengan baik. Hal itu membutuhkan perhatian dan keterlibatan semua pihak agar tidak menjadi pemicu baru.

“Terjadinya resiko kecelakaan kerja baik di tempat kerja maupun di luar sekarang ini terus diperhatikan termasuk wabah covid-19,” tambahnya. Sementara itu Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kepri, Ir Mangara M Simarmata menjelaskan saat ini dalam rangka menekan angaka kecelakaan kerja dan peningkatan keselamatan pekerja, jumlag petugas pengawas K3 juga harus seimbang dengan kebutuhan perusahaan.

“Yang penting perlu adanya peningkatan kesadaran pengusaha tentang K3, termasuk peningkatan kesadaran pekerjaan itu sendiri untuk menurunkan angka kecelakaan kerja, ” sebutnya. Upaya yang perlu dilakukan pemerintah selain peningkatan jumlah pengawas ketenagakerjaan dan peningkatan jumlah pengawas secara mandiri, juga perlu peningkatan pembinaan kepada pengusaha dan pekerja. (*)

Reporter: Peri Irawan
Editor: tunggul