Home

Sempat Kabur Bersama Pacar, Buronan Interpol Rusia Ditangkap di Bali

Ilustrasi buronan yang tengah melarikan diri (Antara)

batampos.id – Pelarian buronan interpol Rusia, Andrew Ayer alias Andrei Kovalenka akhirnya berakhir. Tim Mabes Polri, Resmob Polda Bali dan pihak Imigrasi Khusus Kelas I Ngurah Rai berhasil menangkap dia setelah kabur sejak 11 Februari 2021.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengatakan, Andrew Ayer ditangkap di Villa Seminyak II, Jalan Umalas 1, Kuta Utara, dini hari tadi. Tak ada perlawanan dari Andrew saat ditangkap. Dia pun langsung di bawa ke Kantor Imigrasi.

“Tim Mabes Polri, Resmob Polda Bali bersama dengan pihak Imigrasi Khusus Kelas I Ngurah Rai telah melalukan penangkapan terhadap DPO Red Notice Interpol WNA Rusia Andrew Ayer alias Andrei Kovalenka,” kata Argo dalam keterangan tertulis, Rabu (24/2).

Advertisement

Tim gabungan juga turut menangkap kekasih Andrew, Ekaterina Trubkina. Dia diduga turut membantu proses pelarian Andrew.

“Diamankan bersama pacarnya tanpa melakukan perlawan dilanjutkan membawa DPO tersebut ke kantor Imigrasi,” jelas Argo.

Sebelumnya, Andrew Ayer, 32, kabur pada Kamis (11/2) dari Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai, Bali saat hendak dipindahkan ke Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Denpasar untuk diekstradisi ke Rusia. Dia kabur bersama Ekaterina Trubkina, 33 yang diakui Andrew sebagai istri dan hendak membesuknya.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, Andrew Ayer alias Andrey Kovalenko masuk dalam catatan buron alias red notice Interpol. Ayer yang diduga bandar narkoba di Rusia itu melarikan diri ke Indonesia. Kepolisian Rusia kemudian berkoordinasi dengan Interpol dan Mabes Polri.

Ayer ditangkap Satuan Reserse Narkoba Polresta Denpasar saat transaksi narkotika jenis hasis di sebuah kafe di Jalan Sunset Road No 99, Kuta, Badung, pada 1 Oktober 2019 sekitar pukul 21.00.

Setelah menjalani pidana, Ayer diserahkan pihak Lapas Kelas II-A Kerobokan, Badung, ke pihak Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai pada 3 Februari 2021. Dengan alasan tahanan di Imigrasi Ngurah Rai tengah penuh, dia dipindah ke Rudenim Denpasar. (*)

Sumber : JP Group
Editor : Jamil Qasim