Sport

Batam Pandemic Race Championship, Padukan Realita dan Simulasi

Penasehat Batam Pandemic Race Championship, Willy Otra Bismar, tengah menjajal simulator yang akan digunakan dalam kejuaraan. (F. BDMS)

batampos.id – Batam Digital Motor Sport (BDMS) bekerjasama dengan Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kepri dan Haji Willy Racing Team (HWRT) menggelar kejuaran digital motorsport bertajuk Batam Pandemic Race Championship. Event ini digelar mulai Jumat (26/2) hingga Minggu (28/2) di Grand Batam Mall.

Ketua BDMS Agustino Leo Gatra menjelaskan event balap simulasi ini adalah kali pertama digelar di Kepri. Event ini terbilang unik karena memadukan dunia balap nyata dengan dunia balap simulasi.

Ada dua kategori yang dipertandingkan dalam Batam Pandemic Race Championship ini. Yakni time attack dan racing competition.

Advertisement

“Hingga Kamis (25/2) sebanyak 85 peserta sudah mendaftar untuk kategori time attack. Dan panitia masih membuka pendaftaran hingga Minggu (28/2) hingga pukul 12.00 WIB. Sedang kuota untuk racing competition sudah terpenuhi, yakni sebanyak 16 peserta,” tutur Leo.

Untuk time attack, lanjutnya, peserta dipungut biaya pendaftaran sebesar Rp 50 ribu dengan durasi selama 10 menit. Sedang untuk racing competition, peserta dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp 150 ribu.

“Dalam time attack, peserta akan mengejar catatan waktu yang terbaik. Jika belum puas dengan raihan waktunya, peserta boleh mendaftar kembali. Berbeda dengan racing competition yang harus melewati beberapa tahapan, dari mulai practise, qualification time trial (QTT), hingga race,” jelas Leo.

BACA JUGA: Willy Siap Maju sebagai Bacalon Ketua IMI Kepri 2021-2024

Sedang sirkuit yang akan digunakan dalam simulasi nanti adalah Sirkuit Sentul, Jakarta. Dan mobil yang digunakan dalam kejuaraan simulasi nanti adalah BMW. “Memperebutkan total hadiah Rp 15 juta,” tegasnya.

Leo juga menjelaskan jika kejuaraan ini digelar untuk memperkenalkan event digital motorsport di Kepri. Selain itu juga untuk mencari bibit baru atlet racing simulator.

“kejuaraan racing simulator saat ini sudah punya jenjang pembinaan yang jelas. Dari tingkat lokal, nasional, hingga internasional,” tegasnya.

Ketua IMI Kepri Usep RS mendukung gelaran Batam Pandemic Race Championship. Menurutnya kejuaraan digital motorsport ini bisa menjadi jawaban pecinta otomotif di tengah pandemi.

“Ini olahraga baru di FIA (induk organisasi otomotif dunia), dan berkembang lebih cepat karena pandemi. Saat ini digital motorsport jadi cabang baru di PP IMI,” seru Usep.

IMI Kepri, lanjutnya, sangat mendukung kegiatan yg dilaksanakan oleh BDMS Kepri. Usep tetap mengingatkan agar Batam Pandemi Race Championship tetap mengedepankan protokol kesehatan.

“Di saat event balap belum bisa digelar secara langsung di sirkuit, digital motorsport akan menarik peserta. Semoga ini dapat meningkatkan kunjungan ke Kepri melalui sport digital turism. Sesuai dengan harapan Ketum PP IMI Bamsoet untuk menggalakan sport turism. Ke depan event seperti ini akan di gelar rutin setiap bulan,” kata Usep.

Sementara itu, penasehat kejuaraan Willy Otra Bismar mengatakan jika digital motorsport memiliki peraturan dan tingkat kesulitan serupa dengan balapan nyata. Hal ini yang membuat digital motorsport kini banyak diminati.

“Bahkan pembalap yang biasa berkecimpung dalam dunia balap nyata juga ikut berkompetisi. Kepri sendiri saat ini memiliki dua pembalap yang berlaga di kejurnas digital motorsport. Yakni Leo dan Firli,” terangnya.

Kegiatan otomotif, lanjut Willy, harus tetap berjalan meski di masa pandemi. Dan digital motorsport menjadi jalan keluar bagi para pembalap untuk tetap berkompetisi.

“Kejuaraan nasional hingga saat ini sudah berlangsung dalam beberapa seri. Aturannya pun sama dengan balapan nyata. Demikian hanya dengan di tingkat internasional juga menarik animo pembalap,” kata pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris IMI Kepri ini.

Willy mengatakan kejuaraan ini menjadi ajang untuk memperkenalkan Kepri dan Batam melalui dunia balap. Terutama melalui ajang digital motorsport.

Terkait pelaksanaan Batam Pandemic Race Championship, Willy mengatakan jika setting yang digunakan saat race antarpeserta sama. “Jadi tidak ada perbedaan setting kendaraan yang digunakan saat balapan nanti,” urainya.

Willy berharap kejuaraan nanti akan menelurkan bibit baru atlet digital motorsport. “Ke depan IMI Kepri akan menggalakkan kejuaraan sejenis dan menyiapkan lokasi bagi atlet digital motorsport untuk belajar dan berkompetisi,” janjinya.

“Bukan tidak mungkin nanti akan digelar kejuaraan digital motorsport dua kali dalam satu bulan,” tambahnya.

Jumat (26/2), panitia akan memulai kejuaraan untuk kategori time attack. Sedang seremonial pembukaan kejuaraan sendiri akan digelar Sabtu (27/2). Babak final racing competition dan pengumuman juara akan dilaksanakan Minggu (28/2). (*)

Reporter: Ryan Agung
Editor: Putut Aryo