Politika

Turun Gunung Urus Kudeta Demokrat, Darmizal Sebut SBY Lebay

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menanggapi upaya Kongres Luar Biasa (KLB) yang dimunculkan oleh beberapa pendiri. (Dery Ridwansyah/JawaPos.com)

batampos.id – Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menanggapi upaya Kongres Luar Biasa (KLB) yang dimunculkan oleh beberapa pendiri. Agenda utamanya adalah melengserkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk mencari ketua umum baru di partai berlogo bintang mercy ini.

Merespons hal itu, Salah satu pendiri Partai Demokrat HM Darmizal menilai, sikap SBY terlalu berlebihan dalam menanggapi isu Kongres Luar Biasa (KLB), termasuk upaya kudeta terhadap sang anak Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

“Kita semua heran dengan sikap reaktif Pak SBY. Reaksi orang besar yang terlalu berlebihan dan, mohon maaf, beliau rasanya agak lebay gitulah,” ujar Darmizal kepada wartawan, Kamis (25/2).

Advertisement

Darmizal mengatakan, narasi soal KLB tak bisa disamakan dengan kudeta. Menurut dia, munculnya wacana KLB ini merupakan wujud kegelisahan dari sejumlah kader akan masa depan partai. Ia mengungkapkan, eksistensi Partai Demokrat di bawah kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) kini cenderung menurun.

Berdasarkan hasil survey Litbang Kompas 2021, Partai Demokrat berada diurutan ke-5 dengan elektabilitas partai hanya 4,6 persen. Posisi ini tertinggal jauh dengan PDIP (19,7 persen), Gerindra (9,6 persen), dan PKB (5,5 persen).

“Demokrat sekarang tidak greget, melempem dan kalah gengsi dibandingkan PDIP,  Gerindra, Golkar, Nasdem dan lain-lain. Partai Demokrat saat ini mati gaya,” katanya.

“Kepemimpinn AHY sibuk tebar pesona saja isinya, tapi dicuekin rakyat. Ini bahaya bagi nasib Demokrat 2024. Tolong Pak SBY pahami ini. Berkoalisi dengan rakyat tapi hasil survei dan faktanya membuktikan Demokrat dijauhi rakyat,” tambahnya.

Darmizal pun meminta agar SBY tidak membuat narasi buruk ke masyarakat mengenai KLB ini. Sebab adanya KLB ini untuk menyelamatkan Partai Demokrat ke depannya.

“KLB ini gerakan alamiah demokrasi, sangat sehat, dan bagus untuk titik balik menjemput masa depan cemerlang di bawah kepemimpinan baru yang matang, mumpuni, berpengalaman panjang mengabdi NKRI,” tuturnya.

Ia pun membantah pernyataan SBY yang menyebut KLB akan mengganti seluruh kepengurusan, mulai dari tingkat pusat, daerah, bahkan DPRD bakal melakukan Pergantian Antar Waktu (PAW).

“Tuduhan SBY itu hampa dan kosong belaka. Yang salah dan fatal itu kepemimpinan Ketua umum AHY, sehingga dia yang harus diganti,” ungkapnya. (*)

Sumber: JP Group
Editor: Jamil Qasim