Covid-19

Jika 50 Juta Orang Divaksinasi, Penurunan Kasus Covid-19 Baru Terlihat

Ilustrasi. Petugas kesehatan melakukan penyuntikkan vaksin Covid-19 dosis pertama kepada Lansia di Cilandak, Jakarta, Jumat (26/2/2021). (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

batampos.id – Indonesia sudah memulai program vaksinasi Covid-19. Setelah tenaga kesehatan, kini lansia dan juga pekerja di sektor publik mulai diberikan vaksin. Targetnya, pemerintah akan menggenjot vaksinasi untuk 181,5 juta orang. Namun hingga periode kedua, saat ini baru 1,7 juta yang sudah divaksinasi. Pakar menilai vaksinasi di Indonesia cenderung berjalan lambat.

Epidemiolog dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Tri Yunis Miko Wahyono menjelaskan saat ini jumlah orang yang divaksinasi masih sangat jauh dari sasaran. Yaitu 1/100 orang dari target 181,5 juta orang untuk mencapai kekebalan kawanan atau herd immunity.

“Vaksinasi memang membuat setahun Covid-19 di tanah air ada harapan. Dari mulai Januari berjalan, Februari berakhir yang sudah divaksinasi baru hampir 2 juta orang, baru se-perseratus dari penduduk Indonesia. Itu lambat sekali,” tukasnya kepada JawaPos.com (grup Batam Pos), Senin (1/3) malam.

Advertisementjudul gambar

Tri Yunis mendorong pengadaan vaksinasi harus dipercepat begitu juga logistiknya. Dia memaklumi, untuk mendapatkan vaksin, sebuah negara memang harus berebut. Makanya, sambil menunggu vaksin, masyarakat harus tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Penurunan kasus tergantung upaya percepatan vaksinasi,” katanya.

Sesuai hitungan epidemiologi, membutuhkan 70 persen untuk mencapai kekebalan kawanan. Catatannya, dibutuhkan 50 juta hingga 100 juta orang di tanah air, barulah akan terlihat penurunan kasus Covid-19.

“Jika sudah 50 juta dosis saja masyarakat divaksinasi, itu akan terlihat kasus Covid-19 akan turun,” katanya.

“Atau 100 juta orang sudah disuntik, sepertiga lebih kasus baru akan hilang,” jelasnya.

Apalagi jika dengan ditambah protokol kesehatan dan juga 3T yang masif. Yaitu testing, tracing, dan treatment untuk menurunkan jumlah kasus baru. (*)

Sumber: JP Group
Editor: Jamil Qasim