Sport

Ganda Campuran Hancur-hancuran, Icad Agendakan Duduk Bersama

Ganda campuran Indonesia Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja. (F. PBSI)

batampos.id – Ganda campuran sebetulnya mengusung target tinggi di Swiss Open 2021. Khususnya bagi Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja. Pasangan tersebut bahkan ditargetkan menjadi juara.

Sebab, selain hanya berlevel super 300 yang tidak diikuti banyak pemain papan atas dunia, ajang itu penting karena menjadi hitungan Road to Olympic. Demi tampil di ajang tersebut, HafGlo, sebutan Hafiz/Gloria, mengorbankan tidak bertarung di All England.

Namun, harapan untuk menjadi juara sirna. HafGlo langsung gugur di babak pertama ketika melawan Satwiksairaj Rankireddy/Ashwini Ponnappa (18-21, 10-21). Ganda asal India itu pun menaklukkan pasangan Indonesia lainnya, Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari, di babak kedua (21-18, 21-16). Satu pasangan Indonesia lainnya, Adnan Maulana/Mychelle Crhystine Bandaso, juga langsung gugur di babak pertama saat bertemu pasangan Malaysia Tan Kian Mei/Lai Pei Jing (13-21, 12-21).

Advertisement

Pelatih ganda campuran Richard Mainaky menyatakan, kegagalan anak asuhnya, terutama HafGlo, lebih disebabkan faktor nonteknis. ”Saya tidak bisa utarakan di sini,” ujarnya saat dihubungi kemarin (5/3).

BACA JUGA: Hafiz/Gloria Kembali Kalah Memalukan oleh ganda Campuran India

Asisten pelatih ganda campuran Nova Widianto menjelaskan, selain permainan yang kurang keluar, masih banyak kesalahan sendiri yang tentu sangat merugikan. Mulai membuang poin dari servis hingga banyak bola yang mati sendiri.

Dalam posisi tertekan itulah, lawan lebih mudah mengantisipasi gaya permainan skuad Merah Putih. ”Mereka cenderung bermain dengan pola yang membuat musuh lebih enak mendapatkan poin. Permainan mereka terlalu gampang diantisipasi lawan dan mereka tidak berani berubah,” jelas Nova.

Akibat kegagalan tersebut, Icad, sapaan akrab Richard Mainaky, sudah mengagendakan untuk duduk bersama dengan para pemain sepulang dari Swiss. ”Saya ajak duduk bersama dengan tim pelatih dan binpres untuk dibahas,” katanya.

Icad menuturkan, sebetulnya pemain sudah menunjukkan progres yang bagus sepulang dari Thailand Open. Dari segi fisik, teknik, hingga strategi. Hanya, pola-pola yang sudah dipersiapkan tidak bisa keluar saat pertandingan.

”Jadi, kami akan bahas bersama tim pelatih dan binpres. Hasil ini saya yang bertanggung jawab,” tegasnya.

Pertemuan dengan binpres dan pelatih itu sekaligus membahas peluang HafGlo yang masih memperebutkan satu tiket tersisa di nomor ganda campuran. ”Peluang masih ada dengan tantangan yang bakal lebih berat. Jadi, atlet memang harus lebih siap tertantang. Jangan terbebani,” tegasnya. (*)

Reporter: Jpgroup
Editor: Ryan Agung