Total Football

Hansi Menjajal Strategi Hansi Wannabe

Pelatih Bayern Muenchen Hans-Dieter Flick. (F. Kerstin Joensson/AFP)

batampos.id – ”(Edin) Terzic: Hans-Dieter ’Hansi’ Flick dari Borussia (Dortmund).” Begitu tulisan dari majalah sepak bola Jerman, Kicker, setelah Terzic naik pangkat dari asisten Lucien Favre sebagai pelatih interim Borussia Dortmund. Terzic juga punya pendekatan seperti Hansi.

”Hanya, berbeda dengan Favre yang bersahabat tapi berjarak, Terzic adalah sosok yang rileks, berkarakter hangat, dan bisa mendekati pemain,” sebut majalah yang berusia lebih dari seabad itu.

Selain dari cara pendekatan, Hansi maupun Terzic memiliki ”jalur yang sama”. Yaitu, menjabat dari tangan kanan pelatih sebelumnya. Jika Terzic pernah dua musim mendampingi Favre, Hansi menemani Niko Kovac dalam 16 pertandingan Bayern Muenchen atau selama empat bulan.

Advertisement

Dini hari nanti, Hansi dan Hansi wannabe alias Terzic bakal mengadu taktik mereka dalam Der Klassiker Ke-129 di Allianz Arena (siaran langsung Mola TV pukul 00.30 WIB).

Inilah kali pertama duel antara Die Roten versus BVB menghadirkan der trainer yang berawal dari asisten pelatih. Khususnya bagi Terzic. Pria 38 tahun kelahiran Menden (Jerman) tapi memegang paspor Kroasia dari leluhurnya itu menghadapi Hansi yang puya catatan sempurna dalam empat Der Klassiker.

BACA JUGA: Setelah Dapat Enam Gelar, Bayern Muenchen Malah Tidak Fokus

Kepada Sport1, Terzic mengaku tidak melakukan persiapan khusus karena Der Klassiker dalam pandangannya bakal sama seperti 16 laga yang dilakoni bersama BVB sejak 13 Desember 2020.

”Kami tetap bermain seperti yang seharusnya,” ucap mantan pemandu bakat BVB era Juergen Klopp tersebut.

Masalahnya, performa Die Borussen bersama Terzic masih labil. Pernah mengalahkan peringkat kedua klasemen saat ini, RB Leipzig, 3-1 dalam laga tandang (10/1), Marco Reus dkk kemudian kalah beruntun oleh dua klub papan atas Bundesliga lainnya. Masing-masing 1-2 oleh Bayer Leverkusen (20/1) dan 2-4 oleh Borussia Moenchengladbach tiga hari berselang (23/1).

Meski begitu, BVB sukses memenangi empat laga terakhirnya. Termasuk kemenangan tandang penting atas Sevilla (3-2) dalam first leg 16 besar Liga Champions (18/2) dan 1-0 atas Borussia Moenchengladbach di DFB-Pokal (3/3).

Seperti Hansi di Bayern, Terzic tak melakukan banyak perubahan dalam permainan BVB. Hal itulah yang disebut media-media Jerman seperti Bild menjadi handicap BVB dalam Der Klassiker. Apalagi, dua Der Klassiker musim ini sama-sama dimenangi Bayern dengan skor 3-2. Masing-masing dalam DFL-Supercup di Allianz Arena (30/9/2020) dan spieltag ketujuh Bundesliga di Signal Iduna Park (8/11/2020).

”Dia (Terzic) lebih cocok menjadi asisten pelatih. Dia lebih mahir berkomunikasi dengan pemain ketimbang Favre dan bukan memikirkan taktikal. Itulah alasan BVB musim depan tetap menugasinya sebagai asisten (pelatih BVB musim depan adalah Marco Rose yang kini menangani Gladbach, Red),” tulis Bavarian Football Works.

Selain itu, referensi ilmu yang dimiliki Hansi lebih banyak. Dia pernah mendampingi pelatih top seperti Giovanni Trapattoni (RB Salzburg) maupun Joachim Loew di timnas Jerman. Termasuk saat Die Mannschaft memenangi Piala Dunia 2014.

”Hansi masih bisa menjaga filosofi permainan Bayern dan akan sulit dilakukan Terzic di BVB musim ini,” tutur legenda Jerman Juergen Klinsmann dalam wawancara dengan Sky. (*)

Reporter: Jpgroup
Editor: Ryan Agung