Politika

AHY ke Moeldoko: Tidak Terpuji, Tidak Kesatria, Memalukan!

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (F. Dery Ridwansah/JawaPos.com)

batampos.id – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa sikap Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal Purnawirawan Moeldoko yang ingin mengambil alih kepemimpinan partainya sangatlah tidak kesatria. Hal ini dilontarkan setelah Moeldoko menerima hasil kongres luar biasa (KLB) yang digelar di Deli Serdang, Sumatera Utara pada Jumat (5/3).

AHY menuturkan, ia sangat menyesalkan sikap Moeldoko, yang notabene bukan kader Demokrat, tiba-tiba ingin menggusurnya dari jabatan ketua umum.

“Aktor eksternal yaitu KSP saudara Moeldoko yang terlibat langsung dan dengan kesadaran penuh mengambil kepemimpinan Partai Demokrat secara tidak sah, secara ilegal dan secara inkonstitusional dinobatkan sebagai Ketua Umum Partai Demokrat versi KLB di Deli Serdang. Sungguh sesuatu yang tidak terpuji, tidak kesatria dan memalukan, karena jauh dari moral etika dan keteladan di partai ini,” kata AHY di kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Minggu (7/3).

Advertisement

AHY tak memungkiri bahwa dinamika yang muncul di dalam partai yang dipimpinnya adalah karena adanya kekecewaan dari mereka yang merasa sakit hati. Karena itu, AHY secara lantang menegaskan akan melawan Moeldoko jika tetap ingin mengkudeta dirinya dari jabatan Ketua Umum Partai Demokrat.

“Kalau kami diam, artinya sama saja bahwa PD juga membunuh demokrasi di negeri kita. Kalau kita diam, sama saja kita membiarkan. Kemudian ada mereka-mereka yang berkomplot untuk motif pribadinya, uang, kekuasaan, kedudukan,” cetus AHY.

Putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini menduga, KLB ilegal itu digelar hanya untuk kepentingan kekuasaan. Menurutnya, KLB yang digelar itu juga telah melanggar konstitusi.

“Ini adalah sebuah contoh buruk dalam demokrasi. Banyak pihak masyarakat luas yang mengatakan terlalu berlebihan. Cross the line, too much, and too far (sudah kelewat batas terlalu jauh, Red),” beber AHY.

AHY juga gusar karena banyak pihak yang bukan kader Partai Demokrat mengenakan baju kebesarannya, termasuk Moeldoko.

“Saya salut dengan saudara Moeldoko dan siapapun yang seolah olah legitimate dalam KLB ilegal Deli Serdang tersebut, menggunakan jaket Demokrat yang tidak menjadi haknya, kemudian menyuarakan bahwa merekalah yang memiliki otoritas sekarang. Tidak bisa masuk di akal sehat, tetapi itulah mereka, itulah sikap dan perilaku mereka,” ungkap AHY.

Sebelumnya, sejumlah mantan kader Partai Demokrat menggelar KLB di Hotel The Hill Hotel and Resort, Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara pada Jumat (5/3). Kongres tersebut menetapkan Moeldoko menjadi Ketua Umum Partai Demokrat. (*)

Sumber: JP Group
Editor: Jamil Qasim