Zetizen

Glass Painting – Gores Lukisan di Media Kaca

Batampos.id – Keindahan seni lukis memang nggak bisa dibatasi dalam media apa pun. Semakin berkembangnya zaman, muncul media-media seni lukis yang beragam dan juga menarik.

Dari lukisan di atas kertas, kanvas, kain, hingga kaca, semuanya bisa membuat orang yang melihatnya mengagumi esensi seni yang dituangkan. Kini medium kaca menjadi salah satu tempat melukis yang cukup populer karena karakteristiknya yang unik dan cara membuatnya yang mudah. Wah, kira-kira bagaimana ya sensasi melukis di atas kaca ini?

Advertisement

Melukis di atas kaca atau yang dikenal glass painting adalah sebuah karya seni lukis yang menggunakan media kaca untuk menghasilkan sebuah karya lukis yang dekoratif. Kaca yang digunakan bukan hanya kaca datar, melainkan bisa juga dengan menggunakan benda-benda kaca lain seperti gelas, stoples, vas, dan lampu hias. Selain sebagai hobi, hasil glass painting ini punya nilai jual tersendiri, lho!

”Banyak hal yang menarik dari glass painting. Seperti teknik pelukisan yang harus dilakukan layer demi layer untuk menciptakan dimensi yang diinginkan sehingga hasilnya bagus. Kalau dalam pembuatan glass painting, kita mulai dari detail dulu baru dasarnya. Jadi, memang berbeda dari melukis di media lainnya yang biasanya bagian dasar dulu baru masuk ke detail,” ungkap Sheren Ang, owner Paint the Glass.

Untuk membuat glass painting, kita perlu beberapa alat dan bahan seperti kaca, pena khusus, cat akrilik warna primer (hitam, putih, merah, biru, dan kuning), kuas, dan sketsa gambar di atas kertas. Pena khusus yang dimaksud adalah pena yang tintanya memang dimodifikasi sehingga bisa menempel di permukaan kaca dan nggak mudah hilang waktu dilukis. Kaca yang biasanya digunakan adalah kaca bening. Namun, dalam prosesnya, kaca itu mudah pecah dan retak sehingga diganti dengan kaca sintesis (akrilik) yang lebih aman.

Ada beberapa tip agar hasil glass painting bisa maksimal. ”Waktu bikin glass painting, tentu ada hal penting yang perlu diperhatikan seperti kaca harus bersih dari goresan dan minyak supaya cat mudah menempel di permukaan. Kamu bisa coba warna di kertas dulu sebelum diaplikasikan ke kaca. Soalnya, pemilihan warna yang tepat itu sangat berpengaruh. Garis sketsanya juga nggak boleh berantakan. Soalnya, garis yang sudah digambar di kaca itu nggak mudah dihapus,” pesan glass painter asal Jakarta itu.

Mungkin banyak yang beranggapan kalau seni lukis di atas kaca baru populer di zaman modern, tapi ternyata sudah pernah ada seni lukis kaca tradisional, lho! Yaps! Seni lukis kaca ini merupakan salah satu budaya di Indonesia, tepatnya berkembang di Cirebon yang ada sejak abad ke-17 Masehi. Seni lukis kaca berkembang seiring dengan perkembangan agama Islam di Pulau Jawa, cerita yang diangkat sering bertema spiritual dan legenda di masyarakat. Biasanya kesenian ini digunakan untuk media dakwah berupa kaligrafi dan juga untuk menggambarkan cerita wayang.

Jika dibandingkan dengan glass painting saat ini, lukisan kaca tradisional punya detail yang luar biasa. Pelukis tradisional juga menggunakan peralatan lukis yang dibuat sendiri. Warna yang dihasilkan berbeda dengan saat ini karena pelukis tradisional menggunakan cat bubuk yang punya tekstur berbeda. Kaca yang digunakan juga masih bergelombang karena teknik pembuatan kaca yang belum sempurna. Tapi, sisi dari bahan kaca yang tampak bergelombang itulah yang menjadi ciri khas seni lukis kaca tradisional. Wah, ternyata hobi yang sekarang digandrungi anak-anak muda juga memiliki nilai seni yang bernilai tinggi di zaman dulu. Tertarik untuk mencoba hobi ini? (elv/c12/mel)

Let’s Paint!

Buat sketsa yang kamu suka di kertas dan ambil ukuran kaca yang diinginkan. Ukuran kaca yang digunakan bisa disesuaikan dengan detail gambar. Jika gambar memiliki banyak detail kecil, jangan memilih ukuran kaca yang terlalu kecil agar tidak mengalami kesulitan dalam melukis.

 

Letakkan kaca di atas kertas sketsa dan gam­bar ulang dengan pena khusus di atas kaca. Pastikan sketsa yang di-trace sudah mirror sehingga gambar tidak terbalik ketika sudah jadi.

 

 

Mulailah mewarnai dengan warna yang paling dasar dan detail-detail kecil. Pastikan untuk menunggu setiap lapisan kering sebelum lanjut ke lapisan warna berikutnya untuk menghindari warna tercampur.

 

 

Kalau sudah kering, kamu bisa lanjutkan ke lapisan warna selanjutnya dan menyelesaikan spot yang belum terisi warna. Tinggal tunggu cat warna kering, deh!

 

 

Foto-Foto: Sheren Ang for Zetizen

Jika sudah selesai dan kering, glass painting-mu siap dipajang! Cantik sekali bukan? (elv/c12/mel)

 

 

 

ZETS OF THE DAY

“Sensasi Melukis dengan Media kaca”

Reporter: DIELLA MARFIKA TAMA
Editor: AGNES DHAMAYANTI

SENI lukis memang nggak bisa dibatasi hanya dengan satu media saja. Semakin berkembangnya zaman, muncul mediamedia seni lukis yang beragam dan juga menarik. Salah satunya yaitu media kaca. Wah, kira-kira bagaimana ya sensasi melukis di atas kaca ini? Yuk kita simak jawaban mereka!

F. Dok. Pribadi

MARGARETHA MEILAN
Politeknik negeri Batam
@ethameilan

Satu hal yang menantang untuk dilakukan. Yang biasanya dilakukan di kanvas kali ini di kaca. Saat melukis di kaca, perlu teknik khusus dan kecermatan karena kita melukis dari sisi terbalik. Misalnya melukis seorang yang melihat ke kanan maka kita harus menggambar sebaliknya, saat warna menyatu dan mengkilapnya juga dapat, di situlah tingginya nilai artistik. (*)

 

F. Dok. Pribadi

WEIMPY OCASTIAN
Politeknik negeri Batam
@weimpy

CUKUP menantang sekaligus sangat menyenangkan untuk dicoba, karena media yang digunakan cukup berbeda seperti media lukis biasanya yaitu kaca dengan permukaan yang cukup licin. Jadi, kita harus cukup telaten dalam mengerjakannya, dan didukung oleh alat yang sesuai dan tepat seperti pena khusus yang tidak luntur jika diterapkan di kaca. (*)