Internasional

Gubernur New York Pelecehan Seksual, Joe Biden Menolak Usulan Pemecatan

Andrew Cuomo (tengah) saat memimpin rapat sebagai Gubernur New York beberapa waktu lalu. Saat ini dia diminta mundur karena kasus pelecehan seksual. ( F Cindy Schultz for The New York Times)

batampos.id – Gubernur New York, Andrew Cuomo dituduh melakukan pelecehan seksual. Ia pun diminta mundur. Namun, Presiden Amerika Serikat, Joseph R Biden menolak memecat rekan separtainya dari Partai Demokrat tersebut sampai hasil investigasi atas tuduhan tersebut mundur.

“Saya pikir investigasi sedang berjalan. Sebaiknya kita menunggu bagaimana hasilnya,” ujar Joe Biden ketika ditanyai usai kembali dari Delaware, Senin (15/3/2021) waktu setempat.

Cuomo menghadapi tuduhan pelanggaran dan pelecehan seksual yang diajukan tujuh perempuan, termasuk sejumlah mantan asistennya. Sang gubernur juga menghadapi tekanan lainnya dari kasus ia menutupi jumlah penghuni panti jompo yang meninggal dunia akibat Covid-19 di New York.

Advertisement

Sebelumnya, pada Jumat (12/3/2021), dua senator Demokrat New York, Chuck Schumer dan Kirsten Gilibrand, serta kebanyakan dari delegasi kongres negara bagian, termasuk anggota DPR Alexandria Ocasio-Cortez seorang tokoh progresif, mendesak Cuomo mundur. Cuomo tengah menjabat sebagai Gubernur New York untuk periode ketiga.

Cuomo, 63, yang telah bercerai, sempat mengulangi bantahan terhadap tuduhan yang dilayangkan terhadapnya. Dia mengatakan merupakan tindakan yang sembrono dan berbahaya bagi para politikus untuk memintanya turun sebelum melihat semua fakta.

” Perempuan memiliki hak untuk bersuara dan didengarkan, dan saya sangat mendorong itu. Namun saya juga ingin memperjelas bahwa masih ada pertanyaan terkait kebenarannya. Saya tidak melakukan apa pun yang dituduhkan, titik,” kata Cuomo dalam sambungan telepon dengan wartawan.

Saat ditanya apakah dia pernah memiliki hubungan asmara berdasarkan suka sama suka dengan para perempuan tersebut, Cuomo mengatakan dia tak pernah berniat membuat siapa pun merasa tidak nyaman. Dia meminta maaf apabila telah menimbulkan ketidaknyamanan.

Pada Minggu (14/3), Ketua Dewan Perwakilan (DPR) AS Nancy Pelosi, dari partai Demokrat, menolak ikut mendesak Cuomo mundur. Menurut Pelosi, dalam program “This Week” ABC, tuduhan-tuduhan tersebut perlu diinvestigasi.

“Apa yang dikatakan para perempuan ini harus diperlakukan dengan hormat. Ini adalah tuduhan-tuduhan yang kredibel dan serius,” kata Pelosi. “Sang Gubernur harus melihat ke dalam hatinya, dia mencintai New York, dan menilai apakah dia dapat memimpin dengan efektif,” imbuhnya.

Wali Kota New York City, Bill de Blasio, yang sering berselisih dengan Cuomo, mengatakan dalam program Face the Nation CBS bahwa menurutnya sang gubernur tak akan mundur dengan cepat.

“Dia seharusnya mundur sekarang karena dia menahan upaya kita untuk memerangi Covid-19. Dia sekarang ini benar-benar menghalangi kita untuk menyelamatkan nyawa banyak orang,” ujar De Blasio. (*)

Reporter: Jpg
Editor: Chahaya Simanjuntak