Metropolis

TK, PAUD dan SD Belum Boleh Belajar Tatap Muka

batampos.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam memang membuka akses bagi sebagian sekolah di mainland untuk menerapkan pembelajaran tatap muka di sekolah. Keputusan pembukaan sekolah ini seiring dengan terbitnya surat keputusan bersama (SKB) empat menteri terkait diperbolehkannya belajar di sekolah.

foto: Cecep Mulyana / Batam Pos

Namun, khusus untuk wilayah Batam, pembelajaran tatap muka itu hanya diperbolehkan untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas. Sementara, untuk Sekolah Dasar (SD), Taman Kanak (TK) maupun Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), belum diperbolehkan.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam yang membidangi pendidikan, Ides Madri, menegaskan, Komisi IV sepakat dengan keputusan belum dibolehkannya sekolah tatap muka untuk jenjang SD, TK maupun PAUD. Pasalnya, untuk anak-anak di tingkat pendidikan tersebut, dinilai belum bisa disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan yang ketat di lingkungan sekolah.

Advertisementjudul gambar

”Kita bicara (yang dibolehkan) saat ini SMP, dan itupun harus memenuhi persyaratan. Kalau SD, kami sepakat di Komisi IV itu tidak setuju untuk tatap muka,” ujarnya, Senin (15/3/2021).

Terkait adanya informasi beberapa SD, TK maupun PAUD yang telah melaksanakan pembelajaran tatap muka, Ides menyayangkan hal tersebut. Untuk itu, ia meminta kepada pimpinan SD swasta maupun negeri, serta TK dan PAUD, agar mematuhi aturan yang telah dikeluarkan oleh Pemko Batam.

”Nantinya saya juga akan sampaikan ke Dinas Pendidikan (Disdik) mengenai adanya SD, TK maupun PAUD yang sudah tatap muka,” tegas Ides.

Selain itu, ia juga mengimbau kepada orangtua murid di tingkat SD, TK maupun PAUD untuk tidak mengizinkan anaknya berangkat ke sekolah. Hal itu dilakukan untuk menghindari terjadinya klaster baru Covid-19 di sekolah akibat kurang disiplinnya anak-anak dalam menjalankan protokol kesehatan.

”Kepada masyarakat yang dekat dengan sekolah, diharapkan juga bisa mengontrol ke sekolah yang menggelar belajar tatap muka. Jika ditemukan, sampaikan ke pemerintah. Kita bukannya melarang, tapi ini sebagai upaya pencegahan,” tegasnya.

Beberapa waktu lalu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan, mengatakan, pihaknya akan menindak pihak SD, TK serta PAUD yang menggelar pembelajara tatap muka tanpa adanya izin dari Disdik.

Pasalnya, untuk anak sekolah di tingkat tersebut, dinilai sangat rentan terpapar Covid-19, sehingga dikhawatirkan terjadinya klaster penyebaran di lingkungan siswa tersebut.

”Kalau ada SD atau TK yang sudah buka, bisa diinformasikan. Kita berikan sanksi teguran ke SD atau TK yang buka. Karena yang buka ini hanya untuk SMP, dan itupun kalau sudah siap,” tegas Hendri.

Belum Semua SMA Gelar Tatap Muka

Pembelajaran tatap muka sudah mulai dilaksanakan di beberapa SMP di Batam. Namun, untuk tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA), masih belum banyak yang menggelar kegiatan serupa.
Kepala SMAN 3 Batam, Vivi Kusuma Efendi, mengatakan, sekolahnya belum menggelar pembelajaran tatap muka.

”Belum, kami hanya menggelar pas ujian saja,” katanya, Senin (15/3/2021).

Ia mengatakan, tatap muka untuk ujian ini hanya untuk kelas XII, sedangkan untuk kelas X dan IX, ujian digelar secara daring. Ujian tatap muka kelas XII, kata Vivi, digelar 22 Maret mendatang.

”Sejauh ini pembelajaran secara daring,” ucapnya.

Namun, ada beberapa anak yang datang ke sekolah untuk belajar. Vivi mengatakan, anak-anak tersebut memiliki keterbatasan alat maupun kuota internet.

”Ada belasan anak, makanya kami perbolehkan menggunakan peralatan sekolah. Tapi bukan untuk dibawa pulang,” tuturnya.

Plt Kepala SMAN 26, Midianto, mengatakan, masih belum menggelar sekolah tatap muka. Dia mengaku, belum mendapatkan rekomendasi untuk menggelar pembelajaran secara offline.

”Sejauh ini masih online,” ucapnya.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, M Dali, mengaku, beberapa rekomendasi sudah dikeluarkan untuk pembejalaran tatap muka. Tapi, ada pertimbangan dari beberapa kepala sekolah, sehingga pembelajaran tatap muka tidak dilaksanakan.

Selain itu, pembelajaran tatap muka urung digelar akibat adanya kekurangan kelengkapan yang diminta sesuai SKB 4 Menteri. Dali mengatakan, kelengkapan ini seperti syarat mengantongi dukungan dari berbagai pihak.

”Seperti stakeholder,” tuturnya.

Ia mengatakan, sekolah tatap muka untuk SMA dan SMK ini, akan terus berproses. ”Akan bertambah, menunggu dukungan semua pihak,” ucapnya.

Saat ditanyakan berapa sekolah yang sudah melaksanakan pembelajaran tatap muka, Dali mengaku, sedang tidak memegang datanya. Namun, ia mengatakan setiap hari jumlahnya bertambah.

”Saya tak tahu jumlah pastinya,” ujarnya.

Untuk sekolah menengah pertama di Batam sudah mulai banyak menggelar belajar tatap muka. Salah satunya, SMPN 12 Batam. Kepala SMPN 12 Batam, Nurmi, mengaku tidak ada kendala, setelah dilaksanakan pembelajaran tatap muka selama dua minggu ini.

”Semuanya berjalan aman dan lancar,” ungkapnya.

Ia mengatakan, jumlah siswa yang ingin ikut pembelajaran tatap muka terus bertambah setiap harinya. Hal ini disebabkan orangtua siswa menandatangani formulir untuk membolehkan anaknya kembali ke sekolah.

”Setiap rombel itu makin bertambah siswanya, ada 2, 3 bahkan sampai 10 siswa. Walaupun siswa bertambah, kami tetap memberlakukan protokol kesehatan secara ketat,” pungkasnya. (*)

 

 

Reporter : Eggi Idriansyah, FISKA JUANDA
Editor : RATNA IRTATIK