Bintan-Pinang

Kenaikan Sewa Kios dan Lapak Pasar Bintan Center Beratkan Pedagang

Harga sewa kios, lapak dan meja jualan pedagang di Pasar Bintan Center akan mengalami kenaikan yang dinilai memberatakan pedagang, (f. Peri irawan/batampos.id)

batampos.id – Pedagang Pasar Bintan Center mengeluhkan rencana kenaikan harga sewa kios, meja, dan lapak yang dinilai sangat memberatkan dan akan diterapkan pihak swasta sebagai pengelola pada 2022 mendatang.  Ketua Persatuan Pedagang Pasar Bintan Center, Ibrahim menjelaskan yang diinginkan para pedagang adalah penyesuaian harga. Bukan menolak kenaikan yang direncanakan pihak pengelola. Kenaikan kontrak wajar dilakukan karena tidak mungkin tidak berubah setelah 20 tahun,  namun harus disesuaikan dengan kondisi ekomoni yang ada.

BACA JUGA: Suasana Pasar Bintan Center Tanjungpinang di Era Pandemi Covid

“Kalau kenaikan tidak masalah, tapi harus penyesuaian dengan ekonomi,” kata Ibrahim di Bintan Center, Kamis  (17/3/2021). Disampaikan Ibrahim kenaikan yang direncakan itu mencapai 20 kali lipat dari harga semula. Seperti kios Rp 25 juta selama 20 tahun sekarang harganya mencapai Rp 30-35 juta per tahun. Walaupun harga tersebut belum ada kesepakatan, bagi warga yang takut kehilangan kiosnya sudah ada beberapa orang yang membayar.

Advertisement

“Sekarang ini belum ada kontrak antara pihak swasta dengan para pedagang dan Pemko Tanjungpinang,  masih tahap negosiasi,” ujarnya. Dari hasil rapat bersama anggota organisasi, Imbrahim menuturkan harga yang disanggupi para pedagang untuk kios hanya Rp 5 juta per tahun sedangkan harga sewa meja Rp 2 juta per tahun.

Harga yang diusulkan tersebut sudah naik 100 persen,  seperti meja basah satu bulan hanya Rp 70 ribu sekarang menjadi Rp 140 ribu. Sedangkan kios satu bulan menjadi Rp 170 ribu.  “Usulan itu kita sesuaikan, kita tidak ingin menang sendiri,” sebutnya.

Sebelum terbentuk organisasi itu, para pedagang sering mendapat tekanan dan terancam tidak mendapat kontrak kios, meja atau lapak jika tidak mampu membayar. Pedagang yang mampu ada namun jumlahnya tidak begitu banyak.

“Kemarin itu, jika kita tak mampu membayar maka banyak orang lain mau jualan, seperti itu ancamannya,” ungkap Ibrahim. Sementara itu, Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi Pemko Tanjungpinang, Hermawan menuturkan saat ini belum ada kesepakatan harga, namun dari total pedagang sekitar 300 orang, 100 diantaranya sudah memberikan kesanggupan sewa yang akan dibayar.  “Akan kita bahas dengan pengelola, dan pedagang semoga ada solusi atas kondisi ini,” tutur Hermawan. (*)

Reporter: Peri Irawan
editor: tunggul