Ekonomi & Bisnis

Menanam Anggur ala Kebun Rooftop Kena Air Hujan, Buah Bisa Pecah

Tanaman anggur sensitif terhadap air. Juga, rawan terkena kutu, jamur, atau jadi makanan burung.  f. MIFTAHULHAYAT/ JAWA POS

batampos.id – Asal ada media tanam yang cocok dan cuaca yang mendukung, anggur bisa ditanam di kebun rumah. Misalnya, yang dilakukan Nurdin Hafidi dengan kebun anggur di atap ruko.

Memang banyak tanaman anggur yang berasal dari luar negeri. Antara lain, Ukraina, Jepang, dan India. Dari negara-negara itu, Vidi –sapaan akrab Nurdin– mengambil bibit anggur untuk dibudidayakan di ruko yang terletak di Condet, Jakarta Timur.

Ada dua rooftop bangunan yang dia pakai untuk menanam anggur. Tadinya hanya satu, namun, atap ruko di sisi utara itu penuh. Akhirnya, Vidi memindahkan sebagian tanaman anggur ke atap ruko sebelahnya lagi.

Advertisement

’’Yang di sini khusus untuk pembibitan, kalau yang di sana untuk pengunjung,’’ kata Vidi saat JPGROUP bertandang ke kebun rooftop sisi selatan.

Kurang lebih ada 25 jenis anggur yang dibibitkan. Yang paling banyak berbuah jenis jupiter, transfigurasi, akademik, dan julian. Di rooftop selatan, jupiter tampak paling mencolok tergantung di langit-langit rooftop berkanopi. Area rooftop untuk pembibitan itu ditutup kanopi plastik agar terhindar dari air hujan.

Sebab, jika terkena air hujan, buah anggur bakal pecah atau terbelah. Bahkan, meski tidak kena air hujan secara langsung, anggur juga bisa pecah saat hujan. Itu terjadi karena perubahan suhu di luar. Karena itu, Vidi menuturkan, anggur paling cocok ditanam ketika musim panas.

’’Anggur justru susah ditanam di daerah gunung yang dingin,’’ ujar Vidi. Hal yang sebenarnya membuat anggur cocok ditanam di Indonesia yang beriklim tropis.

Namun, justru banyak bibit anggur yang berasal dari negara empat musim. Bagaimana mereka bisa bertahan?

Menurut Vidi, anggur adalah tanaman yang kuat. Saat musim dingin, petani anggur biasanya membungkus pohon yang sudah dipangkas dengan plastik supaya tidak rusak terkena hujan salju.

’’Kemarin jenis dari India dikirim ke sini, cu­ma akar sama batang dibalut tisu,’’ ujarnya. Dan ternyata, pohon itu tetap bisa tumbuh.

Memang tidak semua jenis tanaman anggur yang Vidi rawat otomatis berbuah lebat. Menanam anggur susah-susah gampang. Dua pohon anggur Vidi mati, padahal sedang musim panen, gara-gara hujan. Belum lagi masalah hama. Tanaman anggur rawan terkena kutu, jamur, ulat, atau jadi makanan burung.

Buah-buahnya pun dibungkus plastik supaya tidak jadi makanan ulat atau burung. Kutu atau jamur lebih berbahaya.

’’Karena sekali disemprot, nggak langsung mati. Harus rutin,’’ tuturnya. Salah satu tanda yang bisa dilihat jika tanaman anggur kena kutu atau jamur adalah bentuk daun yang jadi keriting.

Petani anggur juga harus pintar-pintar menggunakan feeling untuk menyiram dan memberi pupuk. Anggur adalah tanaman yang sensitif terhadap air. Ia memang tetap perlu disiram, tapi tidak boleh terlalu banyak. Tanah media tanamnya jangan sampai kering. ’Pembibitan pun tidak sesederhana menanam di tanah. Karena berada di rooftop, Vidi memanfaatkan pot. Area yang ditampilkan di Instagram @kebunrooftop itu berukuran sekitar 12 x 5 meter untuk sisi selatan dan 6 x 6 meter di sisi utara.

Sebelum dibuahkan, anggur perlu divalidasi untuk memastikan jenisnya. Sebab, bentuk bibit dan pohonnya rata-rata mirip, susah dibedakan. Vidi menyarankan, jika ingin menanam anggur, bisa dimulai dari jenis Jupiter. Sebab, jenis itu cenderung punya buah rimbun dan waktu tumbuh buah pertamanya cepat.

BACA JUGA: Harapan Baru Perekonomian Batam

’’Paling lima bulan sejak ditanam, sudah bisa berbuah. Cocok untuk pemula,’’ katanya.

Ingin menanam anggur, bebrapa hal yang perlu diperhatikan. Antara lain: Beri penutup di atas kebun agar tanaman anggur tidak terkena air hujan. Air bisa membuat buah anggur pecah. Jika buah sudah pecah, segera buang karena bisa busuk dan memengaruhi buah lainnya ikut busuk.

Bungkus buah anggur jika di lingkungan sekitar banyak burung. Ketika melakukan pembibitan dan grafting atau sambung batang, jangan lupa tandai nama jenis anggur supaya tidak tertukar dengan jenis lain (jika menanam lebih dari satu jenis anggur). Semprotkan insektisida dan fungisida seminggu sekali untuk menghindari serangan kutu dan jamur. Dengan pola: minggu pertama insektisida, minggu kedua fungisida, minggu ketiga insektisida, dan seterusnya. (*)

Reporter: JP Group
Editor: Suprizal Tanjung