Bintan-Pinang

Guru dan Tenaga Pendidik di Tanjungpinang mulai Divaksin Covid

Guru mulai jalani vaksin di Tanjungpinang (f.peri/batampos.id)

batampos.id- Guru dan tenaga kependidikan di Tanjungpinang mulai divaksin. Pada tahap awal diprioritaskan kepada 400 guru yang mengajar di Kecamatan Tanjungpinang Timur karena penyebaran kasus covid-19 cukup tinggi. Pelaksana Tugas (Plt)  Kepala Dinas Pendidikan (Disdik)  Kota Tanjungpinang, Soemantri menjelaskan pada tahap pertama itu vaksin diberikan kepada 200 orang guru SD di Tanjungpinang Timur karena kasus pandemi covid-19 di lokasi tersebut cukup tinggi.

BACA JUGA:Mau Belajar Tatap Muka, Disdik Kepri Usulkan 6.000 Guru Divaksin Covid-19

“Selanjutnya 200 orang guru SMP juga dari Tanjungpinang Timur,”kata Soemanteri di SMP N 7 Tanjungpinang. Kamis (18/3/2021). Untuk jadwal vaksinasi guru SMP, kata Soemantri masih menunggu informasi dari pihak dinas kesehatan. Setelah di Tanjungpinang Timur diharapkan bisa mendapat kuota yang lebih banyak untuk daerah lain seperti Bukit Bestari karena jumlah guru di Tanjungpinang cukup banyak, berurutan hingga ke Tanjungpinang Barat dan Tanjungpinang Kota.

Advertisementjudul gambar

“Sekarang 200 guru berasal dari lima sekolah salah,  akan kita tambah lagi,” sebutnya.  Resiko guru yang mengajar di sekolah di Tanjungpinang Timur cukup besar karena berada disekolah hingga setengah hari. Ia menilai para guru cukup antusias mengikuti vaksin, sejak dibuka hingga pukul 10.00 WIB sudah ramai yang berdatangan.

“Kita undang jam 8, ini terlihat semuanya sudab hadir, datang bergantian,” terangnya.  Kata Soemantri, hingga saat ini semua guru di Tanjungpinang siap untuk divaksin karena memang untuk alasan kesehatan serta para pejabat di Tanjungpinang juga sudah divaksin dan hasilnya memang aman.

“Kita imbau semua guru juga bersedia untuk divaksin” Imbaunya. Ketika semua guru sudah divaksin, lanjut Soemantri, Disdik akan mencoba untuk membuka balajar tatap muka di sekolah. “Kemungkinan awal tahun kita buka, sekitar habis lebaran,” sebutnya. (*)

Redaksi: Peri Irawan
editor: tunggul