Ekonomi & Bisnis

Kendaraan yang Dapat Kartu Kendali Beli Premium Diutamakan yang Aktif Bayar Pajak

ILUSRASI: Petugas SPBU sedang mengisi BBM ke tangki mobil di Bengkong Laut, Jumat 29 Jan 2021, F Suprizal Tanjung, Batam Pos

batampos.id – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Batam optimistis dapat merealisasikan rencana peluncuran kartu kendali dalam penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium dalam waktu dekat ini. Saat ini, pihaknya tengah menyaring ratusan ribu kendaraan yang bakal mendapatkan kartu kendali tersebut.

Kepala Disperindag Batam, Gustian Riau, mengatakan, tahapan dari rencana tersebut masih terus berjalan. Semua pihak yang terlibat, tengah berusaha menyelesaikan mulai dari syarat, hingga pendataan kendaraan yang akan mendapatkan kartu kendali ini.

“Kendaraan yang akan didata merupakan kendaraan aktif (bayar pajak). Kami sudah berkoordinasi dengan Dispenda (Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah) Provinsi Kepri untuk melihat berapa banyak kendaraan yang aktif saat ini,” kata Gustian, Rabu (17/3/2021).

Advertisementjudul gambar

Ia mengakui, untuk pendataan kendaraan yang menggunakan premium, berbeda dengan solar. Untuk saat ini, sedikitnya 123 ribu kendaraan roda empat terdaftar sebagai pengguna premium dan 800 ribu sepeda motor. Untuk mendata ini, membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

“Dari data tersebut, kalau kita berikan 30 liter premium, kuota kita tidak cukup. Karena kita juga harus memikirkan nelayan juga,” ujarnya.

Gustian juga menyampaikan, Bank BRI sebagai mitra dalam pelaksanaan kartu kendali ini, juga sudah sangat siap. Informasi terakhir, mereka sudah menyelesaikan pencetakan 50 ribu kartu kendali untuk tahap pertama ini.

‚ÄĚPasti jalan. Karena ini kan untuk kepentingan masyarakat juga. Jadi semua pihak mendukung realisasi kartu kendali ini,” imbuhnya.

Ia berharap, pendataan segera selesai, sehingga rencana ini ada progres, dan bisa segera diterapkan. Meskipun pihaknya belum bisa memastikan kapan rencana ini benar-benar bisa dijalankan.

“Harapannya April ini sudah mulai ada kemajuan dari rencana ini. Namun, kami masih harus menyelesaikan pendataan kendaraan yang aktif saat ini,” ucap mantan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Batam ini.

Gustian melanjutkan, dalam rapat pembahasaan rencana kartu kendali premium, ada juga tim yang mengusulkan opsi lain. Yakni, pembelian premium dengan dua cara.

Pertama dengan kartu kendali yang dibatasi pembeliannya sebanyak 20 liter per hari. Kemudian, pembelian tanpa kartu kendali, namun nominalnya dibatasi lebih kecil dari menggunakan kartu kendali.

“Nah, ini opsi lain lagi, ini yang mau kami pertegas seperti apa nantinya. Mudah-mudahan sebelum April sudah selesai,” terang Gustian.

Dari 147 ribu Kiloliter (KL) kuota premium untuk Batam, sekitar 5 persen atau 6 ribu KL diperuntukan bagi nelayan. Sedangkan sisanya untuk kendaraan roda empat dan roda dua.

“Sekarang memang tak ada informasi lagi tentang kelangkaan premium, namun tujuan kartu kendali ini untuk mengantisipasi ke depannya. Apalagi, kondisi masyarakat saat ini sedang sulit,” tutup Gustian. (*)

Reporter : YULITAVIA
Editor : RATNA IRTATIK