Metropolis

Dojang Kharisma Bangsa, Markasnya Para Petarung Cilik

 

Pembina Dojang Kharisma Bangsa Master Siauw Lung Wu, Ketua UTI Pro Kepri Rudy Alie dan Pembina Dojang Kharisma Bangsa Kolonel Polisi (Purn) Gawat Supeno foto bersama para petarung cilik Dojang Kharisma Bangsa di Kepri Mall, Jumat (19/3/2021). (f. Iman Wachyudi/batampos.id)

batampos.id – Mengajak anak berlatih seni bela diri sejak dini acap kali dilakukan orangtua masa kini. Seni bela diri tentunya dianggap cukup baik untuk anak-anak dalam mengembangkan fisiknya yang masih dalam masa pertumbuhan. Namun, apa jadinya jika anak-anak umur 4 tahun hingga 10 tahun yang ternyata berminat melakukan olahraga ini.

BACA JUGA:Dojang Kharisma Bangsa, Membentuk Karakter dan Memupuk Jiwa Ksatria

Advertisement

Melihat tangan-tangan kecil mereka terkepal, menendang dan berlari sembari meneriakkan hiaaat dengan semangat, tentu sangat menggemaskan. Seperti yang terlihat di Dojang Kharisma Bangsa, Sabtu (20/3/2021), puluhan taekwondoin cilik dengan piawai melakukan gerakan dan jurus-jurus taekwondo mengikuti pelatih dan seniornya.

Setiap Jumat dan Sabtu sore puluhan taekwondoin cilik ini mengikuti latihan rutin yang digelar di lantai 3 Kepri Mall. Memakai dobok dan pelindung kepala para taekwondoin cilik tersebut bersiap-siap bertarung layaknya petarung yang andal. Sementara teman-temannya yang lainnya menonton sembari menunggu giliran untuk bertarung.

Sabeum Soewito Trikusuman yang merupakan pelatih di Dojang Kharisma Bangsa mengatakan, Dojang Kharisma Bangsa mengajarkan jase atau gerakan dasar, poomsae atau jurus, kyorugie atau perkelahian, kyupak atau pemecahan benda dan hosinsul atau beladiri praktis. “Banyak anak-anak yang berlatih taekwondo di sini, dari usia mulai empat tahun. Di dojang ini kami akan membentuk anak-anak menjadi anak yang kuat, berani, disiplin dan percaya diri,” Kata Soewito.

Pemegang sabuk hitam DAN IV Kukkiwon itu juga mengatakan, akan mengarahkan para taekwondoin untuk senantiasa melakukan kegiatan positif, membangun mental, membentuk karakter, dan memupuk jiwa ksatria. “Hal terpenting dalam taekwondo sebagai salah satu olahraga beladiri tidak hanya untuk pertahanan diri, tetapi memberi manfaat luar biasa bagi pesertanya,” ujar Soewito.

Pria yang sudah melatih taekwondo sejak tahun 1993 ini menambahkan, seorang yang terlatih dengan taekwondo akan menjadi pribadi yang percaya diri, tidak hanya dalam segi fisik tetapi juga dalam disiplin mentalnya. “Belajar beladiri taekwondo bukan hanya untuk menjadi orang angkuh, sombong dan mengedepankan emosi, tapi belajar menjadi manusia yang rendah hati, simpati dan empati pada orang lain serta punya mental yang kuat dan dapat menahan emosi,” kata pria kelahiran Jogyakarta ini.

Dalam melatih murid-muridnya, Soewito tergolong pelatih bertangan dingin. Setiap latihan berdurasi 120 menit, Soewito selalu meminta murid-muridnya melakukan 200 sampai 300 tendangan. Dan itu sudah terbukti dari sederet prestasi yang berhasil diraih murid-muridnya di ajang pertandingan taekwondo baik di tingkat daerah, nasional hingga internasional.

“Supaya menjadi suatu kebiasaan yang membuat kaki mereka bisa bergerak dengan luwes, terbiasa dengan tantangan dan berani mengaktualisasi diri sehingga mampu meraih prestasi,” tutur Soewito.

Soewito bercerita, selama dalam perjalanan Dojang Kharisma Bangsa yang lebih banyak fokus melatih anak-anak usia dini, dirinya bersyukur sudah banyak pula murid-muridnya menorehkan prestasi. Sebagai pelatih dirinya merasa sangat bangga dengan pencapaian yang sudah ditorehkan murid-muridnya. “Saya bersyukur, tentunya yang sudah berprestasi harus dipertahankan. Namun yang belum, harus meningkatkan performa dan terus berlatih keras,” kata pria yang melatih 16 dojang ini.

Selain melatih anak-anak usia dini. Dojang Kharisma Bangsa juga melatih siswa SMP, SMA, hingga masyarakat umum. “Kami tidak membatasi diri dalam menerima anggota. Semua bisa bergabung dengan kami, asalkan memiliki keinginan yang kuat untuk mengenal dan mempelajari olahraga taekwondo dengan serius dan sungguh-sungguh,” katanya.

Kedepan Soewito akan terus memperbanyak dojang. Di setiap sekolah mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas guna mencari bibit-bibit muda untuk dilatih menjadi atlet yang percaya diri dan berkarakter. Dengan banyaknya tempat latihan, ia berharap, taekwondo di Batam akan maju dan dikenal oleh banyak kalangan dan mendapatkan dukungan masyarakat. (*)

Reporter: Iman Wachyudi
editor: tunggul