Metropolis

Polisi Buru Instruktur Curanmor Pelajar

batampos.id – Tim Jatanras Direktora Reserse Kriminal Umum Polda Kepri memburu instruktur yang mengajarkan beberapa orang pelajar melakukan pencurian kendaraan bermotor. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kepri, Kombes Arie Dharmato mengaku sudah mengantongi identitas instruktur curanmor itu.

“Inisialnya Hs, dialah yang mengajarkan para pelajar yang kami amankan beberapa waktu lalu, untuk melakukan pencurian kendaraan bermotor,” katanya, Sabtu (20/3/2021).

Ia mengatakan Hs ini tidak hanya sebagai instruktur. Tapi juga bekerja sebagai “pemetik. Arie mengatakan Hs diduga pernah terlibat pencurian kendaraan bermotor di beberapa tempat di wilayah Batam.

Advertisementjudul gambar

Penangkapan Hs ini, akan menjadi pintu bagi polisi melakukan pengembangan kasus.

“Kami masih terus mengembangkan kasus ini, keterangan dari 4 pelaku pencurian kendaraan bermotor sudah kami ambil,” ucapnya.

Arie mengaku karena Yn, 17, Evn 15, Erk, 16dan Fsl, 17 yang ditangkap, Selasa (16/3) masih di bawah umur. Sehingga untuk pemeriksaan ke empat orang anak-anak ini, berkoordinasi dengan pihak Bapas (Balai Permasyarakatan).

BACA JUGA: Di Batam, Ada Remaja Komplotan Pencuri Motor

“Hal ini sesuai ketentuan saat anak berhadapan dengan hukum,” ujarnya.

Ke empat orang remaja ini diketahui sangat aktif melakukan pencurian kendaraan bermotor di Februari dan Maret. Hal ini dibuktikan dari barang bukti yang didapat polisi, ada 11 kendaraan bermotor berbagai jenis diamankan.

Selain itu, ke empat orang ini cukup lihai dan gesit dalam melakukan pencurian. Karena hanya bermodalkan gunting saja, mereka bisa membobol kunci motor.

Salah seorang tersangka, Erk,16 mengatakan mempelajari ini semua dari seseorang. Setelah melakukan percobaan beberapa kali, akhirnya Erk mahir membobol kunci motor. Ia mengaku dapat melakukan pencurian satu kendaraan bermotor hanya dalam waktu 10 menit saja.

Sementara itu tersangka lainnya, Evn mengaku uang hasil penjualan kendaraan bermotor dihabiskan untuk nongkrong di warnet. Ia mengaku walaupun sewa warnet cukup murah, tapi harus membeli makanan dan rokok. Dalam semalam, Evn habiskan uang Rp100 ribu.

“Saya baru metik 2 motor saja,” tuturnya. (*)

 

Reporter : FISKA JUANDA