Sport

Atlet, Pelatih, dan Pengurus Cabor Lolos PON Siap Turun Jalan

Pengurus dan pelatih cabang olahraga Kepri lolos PON XX Papua, saat menggelar rapat koordinasi di Pasir Putih, Sabtu (12/12). (F. Ryan Agung/batampos.id)

batampos.id – Permasalahan dana seolah menjadi permasalahan yang tak kunjung henti dalam pembinaan olahraga prestasi di Kepri. Persiapan kontingen Kepri menuju PON XX 2021 Papua juga terkendala permasalahan ini.

Menyikapi hal itu, pelatih dan pengurus cabang olahraga (cabor) Kepri lolos PON XX Papua menggelar rapat koordinasi di Pasir Putih, Batam, Sabtu (20/3).

Perwakilan Percasi Kepri, Aldri, mengatakan pemerintah sudah menetapkan jika penyelenggaraan PON XX sudah tetap sesuai dengan yang direncanakan. PON XX akan digelar sesuai jadwal, Oktober mendatang.

Advertisement

“Pelaksanaan PON tinggal menunggu hitungan bulan. Provinsi lain sudah bergegas menggesa persiapan atlet menuju PON. Tetapi hingga saat ini Kepri masih belum ada kejelasan,” keluhnya.

Minimnya persiapan kontingen Kepri membuat pengurus dan pelatih cabor lolos PON menjadi gerah. Pengurus dan pelatih cabor lolos PON berkumpul untuk mencari solusi terkait persiapan kontingen Kepri.

Dalam pertemuan tersebut pelatih dan pengurus cabor lolos PON meminta audiensi dengan Gubernur Kepri untuk membahas persiapan PON. Mereka meminta agar audiensi itu bisa dilaksanakan sebelum Minggu (28/3).

BACA JUGA: Anggaran ‘Hanya’ Rp 3,5 M, KONI Kepri Berupaya Cari Mitra

“Pasalnya, waktu terus berjalan. Dan persiapan atlet membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Semakin lama ditunda maka akan semakin minim waktu persiapan atlet,” terang pelatih tinju Kepri, Erzon.

Jika sampai pekan mendatang audiensi belum bisa terlaksana, maka pengurus, pelatih dan atlet cabor lolos PON berencana untuk menggelar aksi damai.

“Seluruh atlet, pelatih dan pengurus cabor lolos PON akan turun ke jalan meminta sumbangan pada masyarakat Kepri untuk persiapan menuju ke PON XX Papua, awal April nanti,” tambah Erzon.

Pengurus dan pelatih cabor lolos PON juga meminta agar KONI kepri bisa mengumpulkan cabor untuk duduk bersama. “Ini dilakukan sebelum audiensi dengan Gubernur Kepri agar bisa satu suara terkait dengan persiapan menuju PON XX Papua,” kata Erzon.

Selain itu, pengurus dan pelatih cabor lolos PON juga meminta pada KONI Kepri agar tidak membedakan uang saku dan uang pembinaan cabor. Baik itu dalam masa TC berjalan maupun saat TC penuh.

Pelatih dan pengurus cabor juga mempertanyakan realisasi janji Gubernur Kepri. Janji itu terkait dengan pemberian bonus bagi pelatih dan atlet yang berhasil meraih tiket ke PON XX Papua.

“Baik itu atlet yang lolos PON melalui kejurnas, maupun melalui Porwil, mendapat janji bonus Rp 1 miliar. Tapi hingga kini janji itu tak pernah terwujud,” keluh Erzon.

Selain minimnya persiapan menuju PON XX Papua, pengurus dan pelatih cabor lolos PON meminta agar Pemprov Kepri segera melakukan vaksinasi bagi atlet dan pelatih. Apalagi aturannya sudah jelas jika hanya atlet yang sudah divaksinasi bisa bertanding di PON.

“Mohon kami wakil Kepri ini bisa segera di vaksinasi. Karena kami akan bertanding membawa nama Kepri dalam ajang multievent nasional nanti,” tegas Erzon.

Senada, pelatih layar Kepri, Weng Samsi, mengeluhkan hal serupa. Tak cuma itu, Weng juga mengatakan jika peralatan menjadi hambatan bagi layar Kepri untuk bisa meraih prestasi menyamai raihan PON 2016 lalu.

“Kami terhadang dengan permasalahan peralatan untuk menjalani TC mandiri ini. Dan peralatan ini sangat menentukan untuk bisa kembali meraih hasil maksimal,” kata Weng.

Selain itu, Weng juga memberikan sindiran mngenai seragam kontingen Kepri. Menurutnya sudah waktunya Kepri mempunyai seragam yang menunjukkan identitas diri.

“DKI Jakarta punya identitas seragam kontingen merah putih. Jawa Timur dengan seragam kontingen hijau muda. Sumatera Utara dengan seragam hijau tua. Kepri hingga saat ini selalu berubah-ubah seragamnya. Untuk menentukan kontingen Kepri harus melihat bagian punggung terlebih dahulu,” paparnya.

Karenanya Weng mengatakan Kepri sudah saatnya mempunyai seragam kontingen yang menjadi identitas Provinsi Kepri di setiap event nasional. “Ini akan meningkatkan marwah Kepri di tingkat nasional,” tegasnya.

Sekretaris KONI Kepri Abdul Razak menjelaskan jika permasalahan audiensi dengan Gubernur Kepri hanya tinggal menunggu hari. Ia menjelaskan jika KONI kepri sudah menyurati dan Gubernur sudah menyatakan kesediannya.

“Hanya saja menunggu hari saja karena kesibukan. Harap bersabar, mungkin dalam minggu-minggu ini akan dilaksanakan pertemuannya di Graha Kepri,” jelasnya.

Demikian halnya dengan vaksinasi atlet dan pelatih yang akan berangkat ke PON XX Papua. Razak menjelaskan jika pihaknya telah mengajukan permohonan pada Satgas Covid-19 Provinsi Kepri terkait vaksinasi atlet dan pelatih.

“Hingga saat ini kami masih menunggu jawaban dari Satgas Covid-19 Provinsi Kepri,” serunya. (*)

Reporter: Ryan Agung
Editor: Putut Aryo