Internasional

Diplomat Korut Resmi Tinggalkan Malaysia, Dua Negara Ini Saling Putus Hubungan Diplomatik

batampos.id – Kim Yu-song angkat kaki dari Malaysia. Charge d’affaires Korea Utara (Korut) untuk Malaysia itu, Senin (21/3/2021) meninggalkan negeri jiran bersama dengan 30 staf diplomatik lainnya. Mereka menggunakan pesawat komersial menuju Shanghai, Tiongkok. Baru setelah itu mereka kembali ke negaranya, Korut.

’’Malaysia telah menyamakan kebijakannya dengan AS dan berupaya merampas kedaulatan, keberadaan, dan pembagunan yang damai di negara kami,’’ tegas Kim Yu-song sebelum bertolak ke Shanghai seperti dikutip Agence France-Presse.

PENASIHAT kedutaan Korea Utara Kim Yu Song membaca pernyataan di luar kompleks Kedutaan Korea Utara sebelum berangkat di Kuala Lumpur, Minggu (21/3).
F. ALIFF NOR/AFP

Sejatinya, Malaysia adalah satu di antara sedikit negara yang bersekutu dengan Korut. Korsel mengungkapkan bahwa pada Desember tahun lalu Korut memiliki perwakilan diplomatik di 25 negara. Malaysia salah satunya. Hubungan kedua negara mulai renggang sejak tragedi pembunuhan Kim Jong-nam di bandara Kuala Lumpur. Dia adalah kakak tiri Kim Jong-un.

Advertisement

Korut memilih memutuskan hubungan diplomatik dengan Malaysia Jumat (19/3). Mereka berang setelah pengadilan Malaysia memutuskan bahwa warga Korut Mun Chol Myong bisa diekstradisi ke Amerika Serikat. Dia akan diadili karena mengekspor barang-barang yang masuk dalam daftar terlarang ke Korut. Mun Chol Myong dianggap telah melanggar sanksi yang dijatuhkan Washington ke Pyongyang.

Bagi Korut, keputusan ekstradisi itu sama saja dengan melabeli Mun Chol Myong telah melakukan kejahatan tak terampuni. Mereka juga menuding Kuala Lumpur menutup mata dan tunduk pada Washington. Pasca pernyataan Korut itu, Malaysia memberikan waktu 48 jam bagi diplomat Korut dan seluruh stafnya untuk angkat kaki. Mereka juga menegaskan akan menutup misi diplomatik di Korut. Namun, sejatinya misi tersebut sudah dihentikan sejak kasus pembunuhan Kim Jong-nam.

Kemarin sebelum Kim Yu-song bertolak ke bandara, bendera dan plakat di kedutaan Korut telah diturunkan. Rombongan dari Korut berangkat ke bandara dengan bus. Kini gerbang bangunan di area Kuala Lumpur itu digembok.

Menteri Luar Negeri Malaysia Hishammuddin Hussein menyatakan bahwa negaranya mengusir para diplomat tersebut sebagai tanggapan atas keputusan sepihak dan tidak bertanggung jawab Korut yang memutus hubungan diplomatik lebih dulu.

’’Tindakan ini merupakan pengingat bahwa Malaysia tidak akan pernah menoleransi setiap upaya yang bertujuan mencampuri urusan internal dan peradilan kami, tidak menghormati sistem pemerintahan kami, dan terus-menerus menciptakan ketegangan yang tidak perlu yang bertentangan dengan tatanan internasional berbasis aturan,’’ cuit Hishammuddin di akun Twitter-nya.

Sementara itu, sekutu Korut, Tiongkok, juga memiliki masalah dengan negara-negara Asia lainnya. Itu disebabkan klaim sepihak mereka atas Laut China Selatan. Sabtu, pemerintah Filipina mengungkap ada 220 kapal militer Tiongkok yang tampak berlayar di Karang Whitsun pada 7 Maret. Karang di Laut China Selatan itu menjadi rebutan dua negara.

Filipina menyebutnya Julian Felipe. Bentuknya mirip bumerang dan dangkal. Ia terletak di 175 mil laut barat Kota Bataraza, Palawan, Filipina.

Satgas Nasional Wilayah Laut Filipina Barat menegaskan karang itu masuk dalam zona ekonomi eksklusif (ZEE) negaranya. (sha/c6/bay/*)