Metropolis

Harsono Bertekad Kenalkan Tarian Melayu ke Manca Negara

batampos.id – Tokoh masyarakat Tionghoa di Batam yang baru saja mendapatkan gelar Dato karena konsen dalam mengenalkan budaya Melayu ke mancanegara, Harsono, menegaskan, kalau pandemi Covid-19 bisa bisa berakhir nanti, dirinya bertekad akan membawa budaya tarian Melayu untuk bisa tampil ke mancanegara, tepatnya ke Tiongkok.

”Kebetulan sebelum pandemi Covid-19 merebak, perwakilan budayawan Tiongkok datang ke Batam dan bertemu saya. Dari situlah saya mengenalkan budaya Melayu beserta tariannya. Mereka antusias dan menyatakan diri siap menyediakan tempat dan mau menyediakan akomodasinya berangkat untuk pertunjukan tari Melayu tampil di sebuah ballroom besar di Provinsi Guanxi Tiongkok dengan kapasitas mencapai belasan ribu penonton,” ujar tokoh masyarakat tionghoa yang juga konsen dengan penataan pedagang kaki lima di Provinsi Kepri ini, Senin (22/3/2021).

Dato Harsono

Sebenarnya rencana besar tersebut, lanjut Ketua APKLI Provinsi Kepri ini, sudah disetujui oleh pemerintah Guangxi di Tiongkok. Karena datang pandemi Covid-19, itulah rencana memberangkatkan rombongan untuk menampilkan tarian Melayu ke Guanxi Tiongkok gagal.

Advertisement

Harsono sendiri sudah beberapa kali menggelar pertunjukan budaya seni tarian Melayu yang ditujukan ke internasional seperti ke Singapura dan Malaysia yakni ikut festival budaya internasional.

”Kami tampilkan budaya tarian Melayu sampai mendapatkan piala. Waktu itu festival budaya internasional diikuti dari perwakilan Thailand, Filipina, India, Tiongkok Malaysia dan Singapura sendiri selaku tuan rumah. Bahkan dari beberapa negara peserta meminta agar kami rombongan dari Batam Kepri bisa menggelar pertunjukan seni tarian Melayu ke negera mereka. Namun hal itu gagal terwujud karena anggaran yang tak ada dan terlalu besar untuk biaya akomodasi berangkat dan pulang,” terangnya.

Kecintaannya pada budaya Melayu, selalu ia tampilkan saat perayaan hari besar Imlek dengan menampilkan tarian Melayu.

Harsono yang sekarang namanya berhak menyandang gelar Dato, sudah tak asing namanya dalam berkiprah di Kota Batam ini. Ia sering ditunjuk menjadi host di berbagai kegiatan resmi pemerintahan seperti misalnya menjdai panitia pelaksana Musabaqah TilawatiL Quran (MTQ), STQ, ditunjuk menjadi Ketua Harian Forum Pembaruan (FB).
Awal mulai merantau ke Batam 32 tahun silam, tepatnya sekitar tahun 1987, Harsono merintis usaha di bidang perpajakan. Kebetulan saat itu di Batam jarang sekali para pengusaha yang mengerti tentang perpajakan.

”Waktu alam menggeluti perpajakan di Batam itu merintisnya luar biasa sakit. Saya bersama almarhum Pak Soedarsono sering menggelar penyuluhan perpajakan di Batam. Waktu itu kami kenalkan perpajakan dalam bahasa mandarin, tio ciu agar pengusaha di Batam bisa dengan mudah menyerap ilmu perpajakan. Dari situlah banyak pengusaha mulai mengerti pentingnya bayar pajak,” terangnya.

Sementara di dunia penataan pedagang kaki lima, Harsono mengaku sudah berkecimpung sejak 10 tahun lalu, tepatnya 2011 sejak kepemimpinan Walikota Ahmad Dahlan.

”Awal saya menggeluti penataan pedagang kaki lima (PK5)pertama yang saya tata adalah PK5 yang berada di tepi dan atas trotoar di Jodoh Tanjungpantun serta Jodoh Boulevard. Saya bangun kios di pinggir jalan agar PK5 bisa berjualan di dalam kios, tidak semrawut berjualan di pinggir jalan hingga memakan badan jalan,” ujarnya saat awal merintis pendirian kios untuk PK5.

Untuk PK5 di Jodoh Boulevard, Harsono mengakui dari awal memang sulit sekali ditata atau tertibkan. Sebab konsep pembangunan Jodoh Boulevard pada waktu itu memang tak sesuai fungsinya. Makanya sulit sekali untuk dilakukan penataan.

”Saya sendiri memiliki cita-cita ke depan, bagaimana bisa menata PK5 lebih tertib dan rapi berjualan di kios, tak di pinggir jalan berserakan. Saya dipercaya menjadi ketua asosiasi pedagang kaki lima (APKLI) di Batam dan Provinsi Kepri karena dipandang mampu menata PK5 lebih rapi dan tertib dalam berjualan,” tegasnya mengakhiri. (*)

 

Reporter : IMAN WACHYUDI
Editor : GALIH ADI SAPUTRO