Ekonomi & Bisnis

INACA Minta ke Pemerintah Beri Maskapai Subsidi Biaya Avtur

ILUSTRASI: Pesawat Citilink saat mendarat di Bandara Soekarno Hatta (Soeta) Tangerang, Sabtu 6 Februari 2021, F Suprizal Tanjung, Batam Pos

batampos.id – Sebagai industri yang berkaitan erat dengan pariwisata, maskapai masih menantikan stimulus dari pemerintah. Mereka yang berkecimpung di dunia aviasi juga berusaha keras untuk bertahan di tengah persebaran virus SARS-CoV-2 yang melumpuhkan kinerja mereka selama setahun terakhir.

Ketua Umum Indonesia National Air Carriers Association (INACA) Denon B Prawiraatmadja yakin bahwa optimisme maskapai harus dibarengi langkah konkret antar pelaku industri yang terkait. Juga, pemerintah. INACA berharap para pekerja transportasi udara juga masuk prioritas vaksinasi.

“Kami sudah mengirim permohonan resmi terkait hal tersebut,” ujarnya, Minggu (21/3). Denon juga menyatakan bahwa demand industri penerbangan yang merosot hingga 60 persen perlu direaksi serius. Pemerintah perlu mempertimbangkan stimulus yang tepat untuk membantu maskapai bertahan. “Biasanya tiga bulan ini low season dan okupansi rendah. Saat pandemi ini banyak yang mengurangi traveling,” tambahnya.

Advertisement

Tahun lalu INACA sudah mengajukan stimulus perpajakan. Sejauh ini, proses koordinasi dengan Kementerian Koordinator Perekonomian masih berjalan. Mereka sedang merumuskan besaran stimulusnya.

Selain itu, Denon mengatakan bahwa maskapai juga membutuhkan subsidi biaya avtur.

BACA JUGA: Konsumsi BBM dan Avtur Diperkirakan Naik pada Natal dan Tahun Baru

“Tanpa bantuan dari pemerintah soal avtur ini, maskapai akan berat,” bebernya.

Kini, INACA tengah mempersiapkan white paper atau laporan resmi terkait rencana pemulihan industri penerbangan. Target penyelesaiannya adalah akhir April nanti. Tujuan laporan itu adalah merealisasikan harapan-harapan industri maskapai, bukan pengandaian semata.

“Kami melihat bahwa pada 2021 ini demand yang hilang beranjak normal. Tapi, belum pulih 100 persen. Karena itu, kami susun white paper agar bisa segera memastikan berapa lama penumpang domestik ini kembali,” papar Denon. (*)

Reporter: JP Group
Editor: Suprizal Tanjung