Metropolis

Nongsa Bersiap Sambut Wisman

batampos.id – Kesiapan kawasan Nongsa menerima wisatawan mancanegara (wisman), khususnya dari Singapura benar-benar sudah matang. Tak hanya kawasan wisata dan semua yang ada di lingkungan wisata di Nongsa, tapi juga transportasi yang akan digunakan wisman juga sudah siap.

Untuk pelabuhan feri contohnya. Pelabuhan Internasional Nongsa Pura, juga sudah siap. Seluruh petugas yang bekerja, baik kru kapal, petugas imigrasi, bea cukai, dan semua yang ada di pelabuhan (termasuk tenant) juga sudah menjalani vaksinansi dan memiliki komitmen tinggi menjalankan protokol kesehatan (protkes).

“Kru kapal dan tenant-tenant yang ada di kawasan Pelabuhan Internasional Nongsa Pura juga sudah menjalani vaksin tahap pertama,” ujar Humas Citramas Group, Reggy Djakarya, kepada Batam Pos, Senin (22/3/2021).

Advertisement

Resort Turi Beach dan Nongsa Point Marina (NPM) yang akan jadi tujuan di Nongsa bersama resort dan tujuan wisata lainnya, juga terus berbenah untuk menerima wisman. Semua karyawan hotel dan yang ada di kawasan itu juga sudah menjalani vaksinasi dan wajib menjalankan menerapkan protkes.

“Pelabuhan Internasional Nongsa Pura, Resort Turi Beach, dan NPM, semua siap memenuhi syarat yang diajukan otoritas Singapura dan Kemenkes,” tegas Reggy.

Tak hanya itu, bus-bus penjemput dari resort, juga wajib memenuhi standar protokol yang ada. Tujuannya, memberikan kenyamanan bagi para wisatawan yang akan masuk ke kawasan Nongsa.

Ia menambahkan, pengadaan alat tes dan segala macamnya terus dipenuhi. Namun, untuk penggunaan GeNose, akan dibicarakan pada pihak Singapura maupun Kemenkes. Begitupun dengan protap lainnya.

Sebelumnya, pihak Singapura menyatakan standar mereka itu, keluar dari Singapura wajib PCR, sesampai di tempat tujuan juga wajib PCR. Lalu saat pulang, wajib menjalani PCR dan sesampai di Singapura kembali menjalani tes PCR.

“Ini banyak banget jadinya tesnya. Kami mencoba membicarakan bagaimana caranya memudahkan dan memberikan kenyamanan dengan wisatawan. Setidaknya, sesampai di Batam tidak perlu PCR, sebab kami percaya tes yang dilakukan pihak Singapura. Saya dengar gubernur sedang melobi itu,” ucapnya.

Reggy juga meyakinkan, kesiapan NPM dan Turi Beach menerima wisman sudah teruji. Selain sudah mengantongi sertifikat CHSE, juga punya pengalaman melayani kru film dari luar negeri. Khusus Turi Beach, para pegawainya sangat berpengalaman. Selama pandemi beberapa kali kru film dari luar negeri datang ke sana.

“Turi itu sudah terbiasa. Selama beberapa bulan menangani grup pembuatan film luar negeri dengan standar permintaan kesehatan yang sangat tinggi. Alhamdulillah selama ini dijalani, tidak ada satu pun kasus Covid-19, karena semua protokol kesehatan dijalani dengan ketat,” pungkasnya.

Penumpang di Pelabuhan Internasional Batam Center Mulai Meningkat

Sementara itu, jumlah penumpang di Pelabuhan Feri Internasional Batam Center mulai mengalami peningkatan. Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kota Batam mencatat, sepanjang sepekan terakhir, ada 919 orang masuk Batam.

Humas KSOP Kota Batam, Aina Solmidas, mengatakan, ada tiga kapal internasional yang beroperasi setiap harinya. Dua kapal berlayar menuju Singapura dan satu pelayaran kapal lainnya tujuan Malaysia.

“Penumpang masih belum stabil, naik turun. Namun, sepekan terakhir mulai ada peningkatan. Biasanya kapal minim ngangkut penumpang, saat ini sudah ada penumpang setiap harinya,” ujarnya, Senin (22/3/2021

Bahkan, tercatat, sejak awal Maret ada 2.854 penumpang baik warga negara asing (WNA) maupun Warga Negara Indonesia tiba di Pelabuhan Feri Internasional Batam Center.

Bila dibandingkan Sabtu (20/3), lanjut Aina, ada 157 orang penumpang internasional yang tiba di Pelabuhan Feri Internasional Batam Center.

Peningkatan penumpang ini, tak hanya selama dua hari ini, tapi juga beberapa hari sebelumnya.

“Minggu (21/3) tembus 169 penumpang. Sabtu (20/3) hanya 157 orang, dan Jumat (19/3) ada 219 orang. Namun, Kamis (18/3) menurun sedikit jadi 164 orang. Artinya, masih naik turun,” ujarnya.

Pihaknya mengimbau kepada seluruh penumpang mematuhi aturan protkes, wajib swab/PCR dan menjalani masa karantina.
Sebelumnya, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, Ismoyo, mengatakan, pihaknya telah memberlakukan kebijakan keimigrasian adaptasi baru untuk WNA. Kebijakan dalam masa pandemi ini dinilai dapat memudahkan WNA masuk ke Indonesia khususnya ke Batam, selain melalui Travel Corridor Arrangement (TCA).

Kebijakan ini diatur di dalam Peraturan Menteri Hukum dan Ham nomor 26 tahun 2020. Kemudian tertuang di dalam UU nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Kemudian Peraturan Pemerintah nomor 34 tahun 2021 tentang penggunaan Tenaga Kerja Asing, Peraturan Pemerintah nomor 41 tahun 2021, tentang Penyelenggaraan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan (KPBP) Bebas, serta Peraturan Presiden nomor 10 tahun 2021, tentang Bidang Usaha Penanaman Modal.

“Orang asing secara umum sudah bisa masuk lagi. Kita ingin mendorong lagi penyebaran kebijakan baru ini,” ujar Ismoyo, saat berkunjung ke Redaksi Batam Pos, belum lama ini.

Ismoyo menjelaskan, kemudahan di KPBP, yakni orang asing akan memperoleh fasilitas bebas visa kunjungan saat kedatangan dalam rangka melakukan pekerjaan atau kunjungan bisnis.

Untuk visa tinggal terbatas ini dapat diberikan kepada orang asing yang melakukan kegiatan rintisan (start up) di KPBPB, mengikuti suami/istri pemegang izin tinggal terbatas, mengikuti orangtua bagi anak sah berumur di bawah 18 tahun, dan memiliki rumah di KPBPB sesuai dengan ketentuan peraturan perurndang-undangan.

“Ini sudah mulai diberlakukan secara resmi. Mudah-mudahan ini stimulus recovery perekonomina nasional, khususnya di Batam. Saya yakin ini sangat signifikan,” katanya.

Selanjutnya, kemudahan dalam kebijakan baru ini berupa Elektronik Visa (e-Visa). Dalam visa ini, pengajuan dilakukan oleh sponsor WNA di Indonesia.

“Jadi, tidak memerlukan hasil RT PCR dengan harus melampirkan pernyataan bersedia membayar pengobatan secara mandiri apabila terpapar Covid-19 di Indonesia,” katanya.

Kemudian, kemudahan dalam kebijakan ini, yakni visa onshore. Visa ini berlaku bagi orang asing yang habis masa izin tinggalnya dengan mengurus visa baru tergantung situasi di negara asalnya.

“Kondisi luar negeri kan macam-macam. Seperti tidak bisa balik ke negara asalnya. Jadi kebijakaan ini sangat membantu,” ungkapnya.

Ismoyo menjelaskan, di dalam visa onshore sebagai dasar izin tinggal baru ini, orang asing dapat mengajukan sesuai pemegang izin tinggal kunjungan yang telah memperpanjang izin perpanjang sebanyak 4 kali untuk tinggal di wilayah Indonesia, serta tidak melebihi 180 hari. (*)

Reporter : FISKA JUANDA – RENGGA YULIANDRA – YOFI –  YUHENDRI
Editor : YUSUF HIDAYAT