Bintan-Pinang

Pedagang di Melayu Square Bayar Listrik Sendiri

Stand para pedagang di Melayu Sguare. (f.peri/batampos.id)

batampos.id – Usai disegel oleh PLN beberapa waktu lalu, sekarang pedagang di Kawasan Melayu Square tepi laut harus bayar listrik sendiri. Sebelumnya listrik di kawasan tersebut menjadi tanggungan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)  PT. Tanjungpinang Makmur Bersama (TMB) .

BACA JUGA: Harsono Bertekad Kenalkan Tarian Melayu ke Manca Negara

Salah seorang pedagang, Dedi, 40, menjelaskan sejak dua pekan lalu, usai disegel pihak PLN, saat ini pembayaran listrik di Melayu Square ditanggung para pedagang dengan sistem token. Sebelumnya listrik dibayarkan oleh BUMD. “Yang memberatkan itu token, kemarin itu BUMD yang bayarkan,” kata Dedi, Selasa (22/3/2021).

Advertisement

Token itu dibayar per kelompok debgan anggota tujuh pedagang, yang menjadi persoalan juga sering terjadi kecemburuan karena pemakaian listrik setiap pedagang tidak merata. Ada yang banyak gunakan alat elektronik.

“Sebagian hanya gunakan lampu saja, kadang tidak enak saja jadinya,  bisa timbul pertengkaran juga jadinya,” tuturnya.  Ia menuturkan saat ini pedagang cukup keberaran membayar listrik karena kondisi pembeli belum terlalu ramai, bahkan dalam satu hari tidak ada jual beli. Sementara sebelumnya iuran mingguan Rp 82 ribu sudah mencakup semuanya, untuk stand dan listrik.

“Kita kalau tokenya sendiri-sendiri mungkin tidak keberatan, sekarang ada yang iri hati,” sebutnya. Meski demikian ia mengaku dengan stand baru bantuan dari Bank Indonesia (BI) tersebut cukup mengubah tampilan Melayu Square karena sudah seragam dan terlihat lebih rapi. “Sudah bagus sih sebenarnya, lebih rapi dan bersih saja,  tapi jual beli belum ramai seperti dulu, ramai pembeli hari Sabtu dan Minggu saja,” tambahnya. (*)

Reporter: Peri Irawan
editor: tunggul