Nasional

Oknum Polisi Diupah 12,5 Gram Sabu

80 Personel Polres Tanjungpinang Mendadak Dites Narkoba

Polisi menunjukkan tiga tersangka minus KIN, oknum anggota Polres Tanjungpinang, kasus narkoba, di Mapolresta Barelang, Selasa (23/3). (Yofi Yuhendri/Batam Pos)

batampos.id – Oknum polisi bernisial KIN yang ditangkap Satuan Reserse Narkoba Polresta Barelang mengaku baru mengenal narkotika jenis sabu sejak 2 bulan lalu. KIN yang berpangkat Brigadir Polisi Satu (Briptu) tersebut tergiur menjadi kurir dengan upah 12,5 gram sabu atau 10 persen dari barang haram yang ia selundupkan.

“Pengakuan tersangka baru sekali (menjadi kurir). Dengan upah barang (sabu). Dia ambil barang supaya dijual, hasil tes urinnya negatif,” ujar Kanit 1 Satres Narkoba Polresta Barelang, Iptu M Rizqy Saputra, Selasa (23/3) pagi.

Rizqy mengatakan, KIN ditugaskan menyelundupkan satu paket sabu seberat 102 gram oleh IK, warga binaan Lapas Tanjungpinang. Keduanya berkenalan saat IK ditangkap Sat Resnarkoba Polresta Tanjungpinang pada tahun lalu.

Advertisement

Ia diamankan Sat Resnarkoba Polresta Tanjungpinang karena mengedarkan sabu pada tahun lalu dan dijatuhi hukuman penjara selama 7 tahun 3 bulan.

“Saat itu, yang bersangkutan ini (KIN) bertugas di penjagaan tahanan. Mereka berkenalan, cocok, dan warga binaan ini menawarkan (menjadi kurir),” katanya.

Rizqy menjelaskan, jaringan ini terkuak setelah pihaknya mendapatkan informasi adanya transaksi sabu di Mal Pelayanan Publik di Batam Center pada Sabtu (20/3) dini hari. Saat itu, KIN mendatangi lokasi bersama rekannya RRR mengendarai sepeda motor untuk mengambil paket sabu.

“Setelah diikuti, yang dibonceng (RRR) turun dari motor mengambil bungkusan putih. Melihat kedatangan kami, dua orang ini melarikan diri dan jatuh,” ungkap Rizqy.

Dari hasil pengembangan, polisi kemudian mengamankan MAR di Tanjungpinang. Pria yang bekerja sebagai koki ini bertugas untuk mengambil barang haram tersebut dari tangan KIN.

“Jadi, ada total empat tersangka dengan warga binaan. Mereka menggunakan teknik membuang barang, lalu dijemput,” kata Rizqy.

Rizqy menambahkan, dari pengakuan tersangka, barang haram tersebut didapatkan dari pria berdomisili di Batam dan kerap disapa “Way”. Rencananya seluruh sabu itu akan diedarkan di wilayah Tanjungpinang.

“Bukan untuk di lingkungan Lapas. Diedarkan di luar. Sampai saat ini kita masih melakukan pengembangan untuk mencari keberadaan Way (pemilik sabu) ini,” tegas Rizqy.

Dalam kasus ini, selain mengamankan empat tersangka, polisi menyita barang bukti berupa satu paket sabu, dua unit sepeda motor, Kartu Tanda Anggota Briptu KIN, dan satu ponsel.

Hanya saja, dalam rilis, pihak kepolisian tidak menghadirkan Briptu KIN dan RRR. Alasan polisi, kedua tersangka reaktif saat menjalani rapid test antigen dan hanya menghadirkan tersangka MAR.

“Setelah dites (dua tersangka) hasilnya reaktif. Kemudian akan dilakukan swab test,” kata Rizqy.

Sementara dari pengakuan MAR, ia hanya ditugaskan menjemput sabu dan mendapatkan uang Rp 3 juta. Ia mengaku tak mengenal tersangka lainnya. “Baru kali ini. Karena tidak ada uang lagi,” katanya.

Atas perbuatannya keempatnya dijerat Pasal 112 ayat 2 jo 114 ayat 2 UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup, dan hukuman mati.

Sementara itu, belajar dari kasus KIN, sebanyak 80 personel Polres Tanjungpinang mengikuti tes urine secara acak di Mapolres Tanjungpinang, Selasa (23/3). Dari hasil tes urine tersebut, seluruh polisi dinyatakan negatif dari narkotika.

Kapolres Tanjungpinang, AKBP Fernando, menjelaskan, pihaknya berkomitmen untuk menegakkan hukum terhadap pelaku penyalahgunaan narkoba, tidak terkecuali pada personel Polres Tanjungpinang.

Pihkanya juga tidak akan memberikan ruang terhadap penyalahgunaan narkoba dan akan menindak tegas setiap pelanggaran hukum. “Penegakan hukum terhadap penyalahgunaan narkoba tidak main-main, mengingat penyalahgunaan narkoba sudah sampai di berbagai kalangan,” tegasnya.

Tes urine tersebut merupakan perintah langsung dari Kepala Divisi Propam Polri yang mengirim instruksi melalui surat telegram sekaligus untuk melakukan pengawasan terhadap personel yang terindikasi menggunakan narkoba. Hasilnya, sebanyak 80 anggota Polres Tanjungpinang yang mengikuti tes urine, dinyatakan negatif dari narkotika jenis apa pun.

“Hasil keseluruhan pemeriksaan tes urine negatif,” jelas Kapolres. (*)

Reporter: YOFI YUHENDRI
YUSNADI NAZAR
Editor : YUSUF HIDAYAT