Zetizen

Foley Artist – Sosok Pencipta Efek Suara dalam Film

Batampos.id – FILM sering dikategorikan sebuah media seni visual. Namun, audio atau suara dalam film juga punya peranan yang penting, lho! Efek suara yang kamu temui dalam film merupakan hasil dari ide-ide kreatif mereka yang bekerja sebagai foley artist.

Hmm, kira-kira bagaimana sih seorang foley artist menciptakan efek suara ini? Yuk, kita simak!

Advertisement

Foley artist adalah orang yang membuat dan melakukan perekaman suara dengan menggunakan berbagai alat untuk menciptakan detail suara dan bunyi yang menonjolkan adegan dari sebuah film. Foley artist merupakan salah satu bagian dari sound design.

Menariknya, istilah foley berasaldari nama Jack Foley, seorang produser dan direktur yang mengembangkan teknik ini pada 1920. Jack Foley awalnya menggunakan teknik ini untuk siaran radionya.

Foley effects yang dihasilkan seorang foley artist ini bisa digunakan untuk meningkatkan kualitas suara selama produksi atau memberikan alternatif pilihan suara jika suara dari rekaman asli dirasa kurang pas. Suara seperti inhale dan exhale napas karakter juga dibuat foley artist untuk memberikan kesan dan suasana film terasa lebih realistis atau hyperrealism.

”Masih banyak orang yang nggak tahu betapa spesifik dan serunya seorang foley artist ketika menciptakan suara. Suara yang kita buat bisa membentuk suara orisinal seperti aslinya untuk menciptakan kesan realitas pada film,” ungkap Rezki Rahmahadi, foley artist dari Synchronize Post audio.

Berbagai genre film tentu menggunakan foley effect yang berbeda juga. Pada film horror dan action peran foley jauh lebih diperluas dan dieksplor. Beberapa detail foley yang dipakai, antara lain, efek suara fight, creepy, sampai suara tetes darah di kepala dan lantai.

Wah, detail sekali ya ternyata!
Lantas, bagaimana sebenarnya suara ini bisa terbentuk ?

Dalam menciptakan efek suara ini, foley artist merekam di dalam studio yang dilengkapi dengan berbagai barang, permukaan, dan tekstur. Sebelum mereka merekam efek suara, foley artist sudah menonton keseluruhan film dan membuat cue sheet sebagai penanda kapan mereka harus mengisi suara. Pastinya, seorang foley artist harus kreatif dalam memikirkan barang apa yang bisa menghasilkan suara yang diinginkan.

Kamu bisa belajar mengenai foley art ini di sekolah perfilman serta mengambil sertifikasi. ”Yang lebih penting adalah kemauan untuk belajar dan latihan. Sebab, foley art ini bukan sesuatu yang gampang. Tapi, karena foley artist bekerja dalam tim, satu sama lain bisa saling membantu. Butuh banyak riset dan peka terhadap suara di lingkungan sekitar kita juga,” papar Rezki.

Selain itu, kamu wajib untuk sering menonton film agar lebih mengerti tentang efek-efek suara yang biasa muncul dalam film. ”Untuk film 90 menit, foley artist bisa menghabiskan 2 minggu sampai 1,5 bulan, bergantung dari kesulitan efek suaranya. Waktu kami mengerjakan film Ziarah yang menceritakan seorang nenek dalam perjalanan untuk mencari makam suaminya, kami harus melakukan banyak take untuk mendapatkan suara nyata nenek yang sedang berjalan,” ungkapnya.

Wah menantang juga, ya! Di Indonesia pelaku foley artist memang masih sedikit, tetapi banyak film Indonesia yang sudah menggunakan foley artist untuk project film mereka. Jadi, prospek karier foley artist masih terbuka lebar buat kamu yang tertarik dengan bidang ini. apakah kamu tertarik untuk menekuni karier ini? (elv/c12/mel)

Meet the Types of Sound!

Movement

Efek suara dari movement dipakai khusus untuk pergerakan yang dilakukan aktor dalam film. Misalnya, bunyi pergerakan pakaian, aktor yang berpapasan, atau aktor yang menabrak seseorang. Bahkan, hingga ke hal detail seperti ketika aktor menyilangkan kakinya. Contohnya, bunyi tulang patah yang dibuat dengan mematahkan seledri. Hal ini cukup rumit karena timing dari efek suara pergerakan harus tepat.

Footsteps

Langkah kaki merupakan efek suara yang paling umum dibuat dalam produksi suara. Umumnya, take gambar tidak bisa menangkap suara langkah kaki dengan jelas sehingga diperlukan tim foley artist untuk membuatnya. Meski terlihat simpel, bikin langkah kaki itu rumit, lho! Sebab, harus disesuaikan dengan sepatu apa yang sedang dipakai aktor, permukaan untuk berjalan, hingga berat dan kecepatan berjalan aktor dalam film. Misalnya, untuk adegan berjalan di salju, foley artist menggunakan pasir dalam karung.

Property

Selain pergerakan aktor, tentu ada banyak hal detail lainnya yang perlu dibuat seperti bunyi telepon, suara buka tutup pintu, dan suara aktor menulis di kertas. Kategori ini berfokus pada kegiatan karakter dalam film. Beberapa contoh alat yang digunakan foley artist, antara lain, baskom dan air untuk efek riak laut dan staples gun untuk bunyi senjata revolver.

ZETS OF THE DAY

Kreatifnya Foley Artist

Reporter : Diella Marfika Tama
Editor : Agnes Dhamayanti

Folley artist adalah orang yang membuat dan melakukan perekaman suara dengan menggunakan berbagai alat untuk menciptakan detail suara dan bunyi yang menonjolkan adegan dari sebuah film. Tentunya bagian ini menjadi tantangan tersendiri bagi foley artist. Pastinya mereka itu sangat kreatif. Kira-kira suara apa saja ya yang bisa dihasilkan seorang foley artist? Yuk kita simak jawaban mereka! (*)

F. Dok. Pribadi

Paniophan Siregar
Politeknik Negeri Batam
@paniophan.s

SEPERTI yang sudah kita ketahui, dimana foley artist adalah seseorang yang mengisi suara untuk film atau sebagainya.

Nah suara-suara yang dapat dihasilkan oleh foley artist adalah dengan menggunakan berbagai macam alat untuk membuat efek suara yang realistis seperti karung-karung berisikan pasir untuk efek suara langkah kaki di salju, atau ember berisikan air untuk suara air laut, ataupun suara orang memukul daging untuk efek suara orang yang sedang berkelahi dan lain sebagainya, seperti itu lah kira-kira suara yang dihasilkan oleh seorang foley artist. (*)

F. Dok. Pribadi

Yosua Lubis
Politeknik Negeri Batam
@joe.lb20

SAYA lebih menerapkan tiga jenis suara foley yaitu langkah kaki, pergerakan, dan properti/spesifik. hal ini sudah sangat cukup baik untuk pendukung suasana film, dengan menyiapkan proyektor untuk menampilkan visual dan semua peralatan untuk merekam suara. (*)